Raja kelas welter UFC asal Dagestan, Islam Makhachev, sudah menatap laga panas Islam Makhachev vs Ian Garry yang bakal berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Minggu (16/8/2026) waktu Indonesia. Selain itu, petarung berusia 34 tahun tersebut berambisi besar memperpanjang rekor 16 kemenangan beruntun miliknya sekaligus mempertahankan takhta di arena oktagon.
Meskipun Ian Garry memiliki keunggulan postur tubuh yang lebih tinggi serta jangkauan lengan yang lebih panjang, Makhachev tetap menjadi favorit utama para pengamat. Sementara itu, bursa taruhan resmi UFC menempatkan sang juara bertahan pada posisi odds -350, sedangkan Garry berstatus sebagai underdog dengan odds +275.
Garry yang berasal dari Irlandia memang baru saja mengalahkan Belal Muhammad untuk mengamankan posisi penantang gelar nomor satu. Namun, petarung tak terkalahkan tersebut belum pernah mencatatkan kemenangan KO/TKO lagi sejak menumbangkan Daniel Rodriguez pada edisi 2023 lalu.
Analisis Taktik dan Kelemahan Lawan Jelang Duel Islam Makhachev vs Ian Garry
- Ajang Pertarungan: UFC 330 (Perebutan Sabuk Juara Kelas Welter)
- Tanggal & Lokasi: Minggu (16/8/2026) di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, AS
- Rekor Makhachev: 16 Kemenangan Beruntun (4 Kali Pertahanan Gelar Kelas Ringan)
- Status Odds: Islam Makhachev (-350) vs Ian Garry (+275)
Menjelang laga krusial tersebut, Makhachev membeberkan pandangannya terkait peta kekuatan sang calon lawan dalam sesi wawancara media yang dilansir Sportsnesia dari MMAFighting. Di sisi lain, ia menilai gaya bertarung Garry cenderung pasif karena lebih sering mundur demi mengincar poin semata.
“Ini tidak akan menjadi tantangan terbesar saya. Dia memang bagus. Saya menghormatinya. Dia memiliki keterampilan yang bagus, tapi semua orang tahu gaya bertarung saya. Kita lihat saja bagaimana dia mempersiapkan diri untuk itu,” katanya.
Baca Juga: Membara Jelang Kejuaraan Dunia BWF 2026, Raymond Indra Bongkar Persaingan Ganda Putra Pelatnas PBSI!
“Di kelas welter, kalau Anda melihat pertarungan terakhirnya (melawan Belal Muhammad), gayanya lebih mirip petinju, tapi menurutku Ian punya lebih banyak keterampilan. Dia bagus dalam striking. Dia juga punya pertahanan gulat yang bagus. Tapi dia punya beberapa kelemahan,” jelasnya.
Strategi Khusus Makhachev Menuju Kemenangan Telak
Pria yang memiliki kedekatan erat dengan Khabib Nurmagomedov ini sangat meyakini bahwa kemampuan kuncian dan gulat Dagestan miliknya masih berada di atas rata-rata petarung kelas welter. Oleh karena itu, ia sudah menyiapkan formula khusus untuk merobohkan pertahanan gulat milik Garry.
“Dia belum 100 persen komplet seperti diriku. Dia bagus. Ini akan jadi pertarungan yang seru. Saya lihat dia punya pertahanan takedown yang bagus. Saya punya beberapa kunci untuk mengalahkannya dengan mudah,” ungkapnya.
“Tonton saja pertarunganku melawan (Alexander) Volkanovski, melawan Dustin Poirier, saya bisa bertukar pukulan dengan siapa pun. Tapi, kebanyakan pertarungan di mana aku banyak bertukar pukulan, justru itulah pertarungan tersulit bagiku. Itulah sebabnya, jika teknik gulat tidak berhasil, atau teknik grappling tidak berhasil, saya bisa bertukar pukulan dengan siapa pun. Akan tetapi, kalau saya mau menang dengan mudah, saya harus menjatuhkan mereka dan menghabisi mereka,” ujarnya.
Pada akhirnya, pertarungan Islam Makhachev vs Ian Garry diprediksi bakal menyajikan tontonan taktis yang sangat berkelas di atas panggung UFC 330. Selanjutnya, ikuti terus analisis olahraga terkini dan jadwal lengkap pertarungan MMA dunia selengkapnya hanya di Sportsnesia.com.


