Raksasa bola basket tanah air, Pelita Jaya Jakarta, secara mengejutkan resmi melepas shooting guard andalan mereka, Aldy Izzatur Rachman, pada Selasa (10/3). Keputusan tersebut menyudahi masa bakti kedua belah pihak. Keduanya telah bersama selama empat musim kompetisi Indonesian Basketball League (IBL).
Pasalnya, pihak IBL menilai langkah perpisahan ini sangat mengagetkan. Pebasket berumur 26 tahun tersebut awalnya memegang peranan vital sebagai aset masa depan klub. Selain itu, manajemen tim ibu kota sangat menghargai loyalitas sang penembak jitu. Ia telah membela klub sejak melakoni debut profesional berseragam oranye.
Namun, dinamika rotasi skuad memaksa kedua kubu menyudahi kebersamaan. Keputusan tersebut diambil demi menyelamatkan menit bermain sang atlet. Oleh karena itu, kabar pelepasan mantan penggawa Indonesia Patriots ini langsung memantik perbincangan hangat. Penggemar basket nasional turut menyoroti keputusan tersebut.
Salam Perpisahan Penuh Haru dari Manajemen Pelita Jaya
Manajemen Pelita Jaya meluapkan apresiasi mendalam terhadap dedikasi sang pemain melalui sebuah unggahan emosional di kanal digital. Langkah elegan ini membuktikan bahwa perpisahan kedua pihak berlangsung secara harmonis. Tidak ada friksi internal yang tersisa.
“Ini adalah perjalanan yang hebat untuk memiliki anda (Aldy Izzatur Rachman) di sisi kami selama empat tahun terakhir, terima kasih untuk segalanya,” tulis pernyataan manajemen di media sosial Instagram (IG) klub, Selasa (10/3).
Manajemen klub kebanggaan warga ibu kota tersebut menutup pesan perpisahan dengan harapan besar. Mereka berharap sang pebasket lekas menemukan pelabuhan karier yang tepat, pungkasnya.
Penurunan Menit Bermain Jadi Pemicu Realistis
Sementara itu, rekam jejak karier sang penembak tripoin sempat melesat meyakinkan. Ia menjalani musim profesional perdana bersama Pelita Jaya pada 2023. Pada musim debutnya tersebut, pebasket bertalenta ini sukses membukukan rata-rata 17,3 menit bermain per pertandingan. Kontribusinya datang melalui tembakan luar garis busur yang tajam.
Namun, persaingan di bangku cadangan semakin tinggi. Kesempatan melantai yang ia raih justru terus merosot drastis. Situasi tersebut kian terlihat pada musim 2026. Sang pemain hanya mencatatkan waktu bermain di bawah enam menit per laga.
BACA JUGA:Â Megawati Hangestri Menggila di Korea, Transformasi Fisik Bikin Smash Tembus 101 Km/Jam
Bahkan, sang guard tercatat cuma melantai dalam tujuh pertandingan musim reguler. Ia juga tampil dalam dua pertandingan fase gugur atau playoff. Alhasil, torehan minim tersebut menjadi catatan menit bermain terendah sang pemain. Catatan itu terjadi sepanjang karier profesionalnya.
Menatap Asa Baru dan Spekulasi Klub Anyar
Kondisi tersebut menjadikan opsi berpisah sebagai keputusan paling realistis. Langkah ini diambil demi masa depan kedua belah pihak. Kendati mematahkan ekspektasi publik basket, keluarnya sang atlet dari tim ibu kota justru membuka jalan baru. Ia kini berpeluang kembali bersinar.
Kini, spekulasi mengenai klub anyar yang siap menampung servis sang penembak tiga angka mulai berembus kencang di bursa transfer. Sementara itu, manajemen Pelita Jaya Jakarta berharap penuh agar pelepasan ini memicu momentum kebangkitan bagi sang pemain. Mereka ingin sang atlet kembali memamerkan performa terbaiknya.
Statistik & Profil Singkat Aldy Izzatur Rachman:
- Usia: 26 Tahun
- Posisi: Shooting Guard / Guard
- Karier Tim: Indonesia Patriots (2 musim), Pelita Jaya Jakarta (4 musim)
- Debut Profesional: IBL Musim 2023 (Rata-rata 17,3 menit per gim)
- Catatan Musim 2026: 7 laga reguler, 2 laga playoff, rata-rata di bawah 6 menit per gim



[…] BACA JUGA:Â Kejutkan Jagat IBL, Pelita Jaya Akhiri Kerja Sama dengan Aldy Izzatur Rachman […]