Kepala pelatih pelatnas Nova Widianto resmi meluncurkan langkah revolusioner untuk membedah komposisi terbaik sektor ganda campuran Indonesia demi menghadapi persaingan elite dunia. Juru taktik kawakan tersebut mempersiapkan tiga kombinasi racikan anyar yang siap bertarung dalam sejumlah turnamen internasional bergengsi sebagai proyeksi jangka panjang menuju panggung akbar Olimpiade.
Tiga duet eksperimental yang menyita perhatian publik tersebut mempertemukan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, duet juara Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, serta kombinasi muda M Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. Selain itu, perombakan ini sekaligus menjadi terobosan taktis yang memadukan kekuatan tenaga pemain ganda putra dan kecerdikan peraih emas ganda putri ke dalam nomor campuran.
Mantan arsitek ganda campuran timnas Malaysia tersebut menegaskan bahwa setiap pasangan akan mengantongi menit bermain yang cukup di berbagai turnamen. Oleh karena itu, jajaran pelatih tidak terburu-buru menetapkan formasi permanen sebelum melihat grafik perkembangan mereka di lapangan.
Taktik Baru Sektor Ganda Campuran Indonesia Menuju Olimpiade
Nova menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan para pemain tidak semata-mata bergantung pada perolehan skor akhir atau gelar juara secara instan. Pasalnya, tim pelatih mencermati keselarasan gerak antarpemain, efektivitas komunikasi rotasi, hingga ketahanan mental dalam menjaga konsistensi bertanding di level tertinggi.
“Mereka akan bermain di beberapa turnamen untuk melihat bagaimana hasilnya, termasuk chemistry, komunikasi, pola permainan, dan konsistensi mereka di lapangan. Dari situ nanti akan kami evaluasi,” ujarnya.
Memberi Ruang Luas Tanpa Status Anak Emas
Jajaran pelatih Pelatnas Cipayung menegaskan komitmen untuk membuka pintu persaingan yang sehat tanpa memprioritaskan pasangan tertentu sejak awal. Sementara itu, setiap pebulu tangkis wajib menunjukkan kapasitas adaptasi permainan yang cepat bersama rekan barunya saat bertanding di turnamen resmi.
“Kami memang ingin melihat dahulu prosesnya, jadi belum bisa langsung menilai pasangan mana yang paling ideal. Semua akan kami berikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.
Peta Jalan Menuju Panggung Akbar Road to Olympic
Eksperimen berani ini mengusung misi mulia untuk mengembalikan kejayaan tradisi medali emas Merah Putih di pesta olahraga terakbar dunia. Di sisi lain, PBSI berharap proses seleksi ketat ini melahirkan duet tangguh bermental baja yang kembali disegani para lawan di kancah internasional.
“Ini juga menjadi bagian dari program jangka panjang menuju Road to Olympic. Mudah-mudahan dari proses ini kami bisa mendapatkan format pasangan yang paling tepat dan kompetitif untuk ke depannya,” tutup Nova.
BACA JUGA:Â Siap Tempur di Anfield, Liverpool vs Atletico Madrid Bakal Panas Sejak Menit Pertama
Terobosan segar ini menjadi angin segar bagi para pencinta bulu tangkis Tanah Air yang menantikan lahirnya pahlawan baru di nomor ganda campuran Indonesia. Selanjutnya, pembuktian perdana dari racikan anyar ini bakal menjadi sajian menarik yang paling ditunggu di panggung bulu tangkis internasional.
Data & Fakta Tiga Kombinasi Baru Pelatnas PBSI:
- Kombinasi 1: Dejan Ferdinansyah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
- Kombinasi 2: Bagas Maulana / Apriyani Rahayu (Kolaborasi juara All England dan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020)
- Kombinasi 3: M Nawaf Khoiriyansyah / Indah Cahya Sari Jamil
- Fokus Indikator Evaluasi: Chemistry antarpemain, pola rotasi komunikasi, adaptasi taktik di lapangan, dan konsistensi performa turnamen.



[…] BACA JUGA:Â Racik Taktik Menuju Olimpiade, Nova Widianto Rombak Skuad Ganda Campuran Indonesia! […]