Perjalanan terjal menggapai beasiswa bulu tangkis terpancar nyata lewat
kegigihan seorang atlet muda Audisi PB Djarum asal Sampang, Madura, Farnas Rozan
Iraqee, di GOR Jati, Kudus, Jumat (11/9). Kontestan kategori KU-12 putra
tersebut pantang mengibarkan bendera putih meski telah melakoni proses seleksi
sebanyak empat kali sejak tahun 2023 silam.
Dukungan penuh dari orang tua menjadi bahan bakar utama yang melipatgandakan
motivasi bertanding sang pebulu tangkis cilik di arena karpet hijau. Pasalnya,
keikutsertaan tahun ini merupakan kesempatan usia terakhir baginya untuk
menembus gerbang asrama pembinaan atlet di Kota Kretek.
Hasil manis langsung ia petik pada laga perdana babak gugur dengan menyingkirkan
Dimas Purnama Putra asal Jepara lewat skor telak 21-9 dan 21-6. Selain itu, gaya
permainan agresif yang ia peragakan terinspirasi langsung dari ketangguhan
tunggal putra nasional, Moh Zaki Ubaidillah.
Mengalirkan Aura Juara Demi Tiket Karantina
Farnas mengaku telah mencurahkan seluruh konsentrasinya dalam program pemusatan
latihan mandiri selama sepekan penuh sebelum bertolak ke Jawa Tengah. Oleh
karena itu, sang atlet merasa memiliki suntikan kepercayaan diri berlipat ganda
untuk menaklukkan tekanan ketat di lapangan.
“Setelah latihan rasanya kayak ada aura juaranya dan tambah semangat. Meski
persaingannya ketat, tahun ini harus berani, harus bisa menang,” ucap Farnas.
Ketegaran Wakil Kuningan Menyikapi Kegagalan
Semangat bertarung tanpa kenal gentar juga diperlihatkan oleh kontestan asal
Kuningan, Jawa Barat, Kiandra Agustian Kardiana. Sementara itu, Kiandra memilih
berbesar hati dan tidak larut dalam kesedihan meski perjalanannya harus terhenti
lebih awal pada Tahap Turnamen.
“Kalah menang tidak masalah, aku sudah maksimal saat pertandingan tadi. Tahun
depan kalau kategori umurnya masih masuk, aku mau mencoba lagi ikut Audisi Umum
PB Djarum,” kata pebulutangkis muda asal Kuningan, Jawa Barat, tersebut.

Foto: Istimewa
Menempa Daya Juang Menuju Pentas Dunia
Bagi para atlet belia di daerah, panggung audisi tahunan ini menjadi kawah
candradimuka terbaik untuk mengukur ketangguhan teknik dan mental bertanding. Di
sisi lain, kehadiran ratusan lawan tangguh dari berbagai pelosok negeri justru
semakin memicu nyala api motivasi mereka untuk berlatih lebih keras.
Kiandra sendiri rela melahap menu latihan enam hari dalam sepekan demi
mematangkan persiapan fisiknya sebelum bertanding di hadapan legenda dunia.
Alhasil, pengalaman berharga menjajal atmosfer GOR Jati menjadi modal emas untuk
kembali mengadu peruntungan pada edisi mendatang.
BACA JUGA: Saring 576 Atlet, Audisi Umum PB Djarum 2026 Kian Sengit
Konsistensi memburu mimpi yang diperlihatkan anak-anak daerah ini membuktikan
bahwa pembinaan bulu tangkis nasional memiliki fondasi regenerasi yang sangat
kokoh. Selanjutnya, keteguhan karakter atlet muda Audisi PB Djarum siap
melahirkan calon srikandi dan ksatria baru yang bakal mengharumkan Merah Putih
di kancah global.
Catatan Daya Juang Atlet Belia di Tahap Turnamen:
- Farnas Rozan Iraqee (KU-12 Putra / Sampang, Madura): Tampil dominan
menang 21-9, 21-6; melakoni audisi ke-4 sejak 2023 demi memaksimalkan batas
usia terakhir. - Kiandra Agustian Kardiana (KU-12 Putra / Kuningan, Jawa Barat): Rela
berlatih 6 hari sepekan; bertekad mengulang audisi tahun depan usai terhenti
di fase turnamen. - Faktor Pendorong: Terinspirasi prestasi atlet jebolan PB Djarum seperti Moh
Zaki Ubaidillah dan dukungan moral keluarga. - Agenda Lanjutan: Laga penentuan tiket karantina berlangsung hingga Sabtu
(12/9) di GOR Djarum Jati Kudus.



[…] BACA JUGA: Pantang Menyerah, Atlet Muda Audisi PB Djarum Buktikan Mental Baja […]