Legenda timnas Jepang, Aya Miyama, membagikan pandangan optimistis mengenai masa depan cerah sepak bola putri Indonesia saat menghadiri agenda pelatihan khusus di Jakarta. Sosok pemenang tiga gelar AFC Women’s Player of the Year ini melihat talenta belia tanah air memiliki potensi besar untuk melompat lebih cepat ke pentas dunia.
Kapten tim juara Piala Dunia Wanita FIFA 2011 tersebut hadir dalam ajang MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di Lapangan KingKong Arena, Cijantung. Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar agenda strategis tersebut bersama 74 pesepak bola putri usia 10 hingga 13 tahun.
President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, mengapresiasi dedikasi para legenda dunia yang meluangkan waktu demi memotivasi bibit-bibit muda. Selain itu, ia berharap sinergi bersama The Pokemon Company mampu memperluas antusiasme masyarakat terhadap sepak bola wanita.
Sorotan Legenda terhadap Ekosistem Olahraga
Mantan pengatur serangan Nadeshiko Japan tersebut menyoroti faktor kunci pembentukan atlet profesional yang tidak hanya bergantung pada kecakapan teknis semata. Oleh karena itu, kompetisi teratur dan lingkungan yang mendukung menjadi fondasi utama percepatan prestasi.
“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya,” ucap mantan kapten timnas Jepang, Aya Miyama.
“Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” lanjutnya.
Sementara itu, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyambut hangat suntikan inspirasi dari sang juara dunia. Di sisi lain, pihaknya menghadirkan figur teladan seperti Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai bukti nyata keberhasilan proses latihan disiplin sejak dini.
“Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model,” kata Teddy Tjahjono.
“Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa,” ungkapnya.
Fondasi Mental dan Pengalaman Bersama Pokemon
Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga, menyatakan komitmennya untuk menghadirkan wadah olahraga yang ramah anak dan membangkitkan kegembiraan. Selanjutnya, kemitraan unik ini berupaya memupuk keberanian para peserta agar tidak ragu mengejar karier di level sepak bola profesional.
“Hari ini mereka mendapat kesempatan untuk bisa bermain bersama dan belajar dengan Miyama dan juga Iwabuchi,” tutur Susumu Fukunaga.
“Dan saya sangat berharap bisa melihat kalian semua tampil dan berprestasi di panggung dunia,” tambahnya.
Harapan Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia
Peserta binaan extra training asal SDN Cilangkap 01 Pagi, Zivanna Talitha Istiana, merasakan lonjakan motivasi usai menimba ilmu langsung dari para idola. Alhasil, wejangan mental pantang menyerah dari sang legenda kian memupuk tekadnya membela panji Merah Putih di kancah global.
“Mereka juga meminta kami untuk jangan mudah menyerah dan terus bersemangat jika mau menjadi pemain sepak bola profesional,” ucap Zivanna Talitha Istiana.
“Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita saya menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” tuturnya.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
- Program Pembinaan: MilkLife Soccer Extra Training (Persiapan MilkLife Soccer Challenge All-Stars)
- Format Pelatihan: Sesi 90 Menit, Simulasi 8 Tim yang Bertanding Serentak di 4 Lapangan
- Peserta: 74 Siswi Terpilih Usia U-10 hingga U-13 dari Jakarta, Tangerang, dan Bekasi
- Poin Penting Aya Miyama: Menyoroti pentingnya dukungan lingkungan & memprediksi Indonesia bisa lebih cepat dari 30 tahun (waktu tempuh Jepang) untuk merajai sepak bola dunia
- Poin Penting Mana Iwabuchi: Memfokuskan pelatihan pada kontrol presisi dan akurasi tembakan sejak usia dini
- Kolaborator: Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan The Pokemon Company


