Tim bulu tangkis putra Indonesia sukses menyudahi dahaga panjang dengan menyabet medali emas beregu putra Asian Games 2026 di Jepang pada Kamis (24/9). Skuad Merah Putih mengunci gelar prestisius tersebut usai menumbangkan sang rival abadi Tiongkok lewat drama sengit berkesudahan 3-2 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium.
Kemenangan bersejarah ini sekaligus memutus penantian panjang Indonesia selama 28 tahun yang membentang sejak edisi Bangkok 1998 silam. Pasalnya, tim putra Merah Putih kala itu juga melibas Negeri Tirai Bambu dengan skor telak 4-0 di partai puncak.
Pasukan Garuda sejatinya sempat mendekati takhta juara saat menembus babak final edisi 2018 di Jakarta-Palembang. Namun, ambisi besar tersebut kandas di tangan lawan yang sama hingga Indonesia harus puas mengalungkan medali perak.
Titik Balik Kebangkitan Usai Tertinggal Dua Partai
Laga final edisi 2026 ini menghadirkan tekanan luar biasa bagi armada Cipayung sejak gim pembuka dimulai. Sementara itu, Jonatan Christie yang turun sebagai tunggal pertama harus mengakui keunggulan Shi Yu Qi lewat duel ketat.
Situasi tim Merah Putih semakin kritis setelah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk di hadapan Liang Wei Keng/Wang Chang. Oleh karena itu, Tiongkok hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk memastikan gelar juara di partai ketiga.
Momen Comeback Menuju Emas Beregu Putra Asian Games
Alwi Farhan memantik api kebangkitan Indonesia dengan tampil heroik menumbangkan Li Shi Feng via pertarungan rubber game 23-21, 15-21, dan 21-16. Alhasil, kemenangan krusial pemain muda tersebut sukses memperpanjang napas perlawanan skuad Merah Putih.
Momentum emas tersebut berlanjut mulus lewat aksi ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di partai keempat. Pasangan berjuluk The Babbies ini melibas He Ji Ting/Liu Yi dengan skor meyakinkan 23-21 dan 21-10 guna menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Ketegangan memuncak tatkala partai penentuan mempertemukan pebulu tangkis muda Moh. Zaki Ubaidillah kontra wakil Tiongkok Weng Hongyang. Selanjutnya, pemain yang akrab disapa Ubed itu menunjukkan ketenangan luar biasa untuk mengontrol jalannya tempo permainan.
Akhir Manis Penantian Hampir Tiga Dekade
Ubed akhirnya menyegel kemenangan emas bagi Indonesia lewat keunggulan straight game 23-21 dan 21-13 dalam laga penentuan. Sorak gembira kontingen Indonesia langsung bergemuruh menyambut keberhasilan membalikkan ketertinggalan menjadi kemenangan paripurna 3-2.
Selain itu, pencapaian gemilang ini mengobati luka kegagalan skuad putra yang sempat tersingkir prematur di perempat final Hangzhou 2022. Generasi baru bulu tangkis Indonesia sukses membuktikan mental baja di panggung olahraga tertinggi seantero Asia.
Di sisi lain, keberhasilan mengamankan medali emas beregu putra Asian Games ini menjadi tonggak kebangkitan bulu tangkis Tanah Air di level dunia. Prestasi emas ini menegaskan kembali dominasi dan tradisi juara bulu tangkis Indonesia yang kembali disegani para pesaing global.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
- Hasil Akhir: Indonesia 3 – 2 Tiongkok (Final Bulu Tangkis Beregu Putra Asian Games 2026).
- Partai 1: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi (Kalah).
- Partai 2: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang (Kalah).
- Partai 3: Alwi Farhan vs Li Shi Feng (Menang / 23-21, 15-21, 21-16).
- Partai 4: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi (Menang / 23-21, 21-10).
- Partai 5: Moh. Zaki Ubaidillah vs Weng Hongyang (Menang / 23-21, 21-13).
- Lokasi & Venue: Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi-Nagoya, Jepang.
- Rekor Historis: Emas perdana beregu putra Asian Games bagi Indonesia setelah penantian 28 tahun (terakhir kali juara di Bangkok 1998).


