Tim nasional esports Indonesia menuntaskan perjuangan di partai puncak setelah timnas MLBB raih perak pada ajang Asian Games 2026. Skuad Garuda harus mengakui keunggulan mutlak Myanmar dengan skor telak 0-4 di Aichi Sky Hall Nagoya pada Kamis (1/10/2026).
Pertarungan pamungkas perebutan medali emas tersebut berjalan berat sebelah akibat dominasi penuh sang lawan sejak menit awal. Pasalnya, Myanmar langsung menyapu bersih objektif Turtle dan Lord pertama untuk mengunci kemenangan pada gim pembuka.
Memasuki gim kedua, anak-anak asuh Kenny Deo sejatinya sempat memimpin perolehan kill pada fase early game. Namun, sang rival lekas membalikkan keadaan di area mid game hingga mengamankan skor kemenangan 22-14.
Jalannya Pertarungan Sengit Sebelum Timnas MLBB Raih Perak
Harapan bangkit di gim ketiga kembali pupus setelah koordinasi war Myanmar sukses merebut Lord krusial tanpa perlawanan berarti. Alhasil, keunggulan telak 18-6 membawa sang lawan memimpin 3-0 sekaligus mendesak posisi Indonesia ke ujung tanduk.
Memasuki gim penentuan, Albert Neilsen Iskandar dan kawan-kawan berupaya keras melancarkan pertukaran eliminasi demi menjaga asa. Sementara itu, gempuran sporadis Myanmar pada menit ke-14 seketika menyudahi perlawanan Merah Putih dan memastikan medali emas bagi mereka.
Evaluasi Jujur Juru Taktik Kenny Deo
Pelatih kepala timnas Indonesia secara terbuka meluapkan kekecewaannya atas hasil sapu bersih tanpa balas di laga final. Oleh karena itu, sang juru taktik tetap menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras anak asuhnya sepanjang kejuaraan.
“Aku rasa sangat menyedihkan ya, terutama kami bahkan tidak berhasil mendapatkan satu poin pun. Menurutku pribadi sangat memalukan. Aku percaya pemain-pemainku sudah melakukan yang terbaik. Jadi, aku tetap bersyukur,” kata Kenny seusai pertandingan.
BACA JUGA:Â Sikat Mongolia Tanpa Ampun, Timnas MLBB Asian Games 2026 Tembus Final
Perjalanan skuad Merah Putih menuju babak puncak sejatinya menuntut pengorbanan ekstra sejak terpuruk pada laga pembuka Grup B. Di sisi lain, kemenangan dramatis 2-1 atas Filipina di babak perempat final sempat menumbuhkan optimisme tinggi meraih takhta juara.
Performa Mengesankan Sang Juara Baru
Timnas Myanmar memang membuktikan konsistensi performa luar biasa sejak menggilas Uzbekistan dan Hong Kong di fase grup. Selain itu, sang kampiun sukses memulangkan Kamboja serta Malaysia sebelum akhirnya menumbangkan Indonesia di partai pamungkas.
Indonesia sendiri menurunkan kombinasi enam pilar berbakat yakni Owen, Arif, Dalvin, Affan, Syauki, dan Albert Neilsen sepanjang turnamen. Kendati demikian, jurang kedalaman strategi makro di arena internasional menjadi pekerjaan rumah krusial bagi staf pelatih.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
- Skor Akhir Grand Final: Myanmar 4-0 Indonesia (Format Best of Seven / Bo7)
- Lokasi & Waktu Laga: Aichi Sky Hall, Nagoya, Jepang (Kamis, 1 Oktober 2026)
- Hasil Akhir Medali: Myanmar (Emas), Indonesia (Perak)
- Rekap Skor Eliminasi: Gim 2 (Myanmar 22-14 Indonesia), Gim 3 (Myanmar 18-6 Indonesia), Gim 4 berakhir di menit ke-14
- Roster Indonesia: Alexander Owen, Arif Fudin, Dalvin Ramadhana, Muhammad Affan, Syauki Fauzan, dan Albert Neilsen Iskandar (Pelatih: Kenny Deo)


