Ken/Audi Ukir Sejarah, Medali Perak Para Panahan Jadi Milik Indonesia di Asian Para Games 2026

Date:

Pasangan Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly sukses mengamankan medali perak para panahan pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Kamis (22/10). Duet tangguh Merah Putih ini harus mengakui keunggulan tipis wakil India Sheetal Devi/Toman Kumar dengan skor ketat 148-151 pada partai puncak.

Pertarungan sengit di nomor compound beregu campuran tersebut berlangsung dramatis di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square. Selain itu, hembusan angin kencang di arena terbuka menguji ketajaman fokus dan konsentrasi kedua kubu pemanah.

Srikandi dan ksatria busur Indonesia sempat tertinggal tipis 37-38 pada end pembuka akibat lesatan anak panah lawan yang sangat presisi. Pasalnya, duet India langsung tancap gas memperlebar keunggulan menjadi 77-73 saat menyelesaikan end kedua.

Ken dan Audi berupaya keras membalikkan keadaan dengan melepaskan tembakan-tembakan akurat hingga menipiskan margin skor menjadi 110-113 pada end ketiga. Alhasil, asa kontingen Indonesia untuk merebut medali tertinggi tetap menyala menjelang babak penentuan.

Sejarah Baru di Balik Medali Perak Para Panahan

Kedua pasangan menunjukkan mental baja pada end pemungkas dengan sama-sama menorehkan total 38 poin di papan skor. Sementara itu, selisih tiga angka yang bertahan hingga akhir memastikan wakil Garuda harus puas berdiri di podium kedua.

“Sangat bersyukur, sangat tidak disangka, terus senang. Awal-awal kita kalah jauh, tetapi makin sering bertemu mereka makin berani,” kata Audi.

BACA JUGA: Penuh Pesona Budaya, Pembukaan Asian Para Games 2026 Berlangsung Meriah

Audi mengakui duel menghadapi ganda India selalu menghadirkan rintangan berat mengingat rekor pertemuan mereka yang belum pernah berbuah kemenangan. Oleh karena itu, keberhasilan menempel ketat perolehan angka sang lawan menjadi bukti lonjakan kualitas teknik mereka yang sangat signifikan.

Tantangan Angin Ekstrem di Arena Laga

Ken Swagumilang menyoroti faktor cuaca berangin yang memaksa para atlet harus membaca arah tiupan secara tepat sebelum menarik busur. Di sisi lain, kecepatan adaptasi di lapangan menjadi pembeda utama dalam mengarahkan bidikan tepat ke lingkaran sasaran kuning.

Kendala cuaca tak menyurutkan semangat juang kedua pemanah yang tetap konsisten mengumpulkan angka tinggi di tengah tekanan psikologis lawan. Selanjutnya, ketenangan pasangan Indonesia di bawah terpaan angin dingin Nagoya menuai decak kagum dari penonton yang memadati arena.

Apresiasi Pelatih untuk Capaian Bersejarah

Pelatih kepala para panahan Indonesia Rameez Ali Surya Negara mengapresiasi determinasi tinggi anak asuhnya yang sukses merealisasikan target lolos ke partai puncak. Namun, sang juru taktik menegaskan raihan ini merupakan tonggak sejarah emas bagi perkembangan cabang panahan disabilitas tanah air.

“Yang jelas, teman-teman berhasil menciptakan sejarah baru untuk ganda campuran,” kata Rameez.

Torehan prestisius medali perak para panahan ini semakin mempertegas daya saing atlet disabilitas Indonesia di level tertinggi Asia. Selain itu, hasil membanggakan di Aichi-Nagoya ini menjadi modal berharga bagi tim nasional untuk menatap kualifikasi kejuaraan dunia berikutnya.

Fakta Pertandingan / Statistik Kunci

  • Hasil Final Compound Beregu Campuran: Sheetal Devi/Toman Kumar (India) 151 – 148 Ken Swagumilang/Teodora Audi Ayudia Ferelly (Indonesia).

Rincian Skor per End:

  • End 1: Indonesia 37 – 38 India

  • End 2: Indonesia 73 – 77 India (Akumulasi)

  • End 3: Indonesia 110 – 113 India (Akumulasi)

  • End 4: Indonesia 148 – 151 India (End penutup imbang 38-38)

Pencapaian Bersejarah: Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly mencetak sejarah baru sebagai ganda campuran para panahan Indonesia pertama yang sukses menembus final dan mempersembahkan medali perak di Asian Para Games.

Kondisi Venue: Laga final berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, dengan tantangan cuaca hembusan angin kencang.

Barra Emran
Barra Emranhttp://sportsnesia.com
Senang berpetualang, menulis, mencoba hal baru dan menyukai olahraga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Persib Kalah dari Madura United, Igor Tolic Ogah Ratapi Hasil Minor

Persib kalah dari Madura United dengan skor dramatis 0-1...

Bongkar Biang Kerok, Bernardo Tavares Ungkap Alasan Persebaya Kalah dari PSM

Persebaya kalah dari PSM dengan skor tipis 0-1 pada...

Bantai Wakil Turki, Putri KW Lolos Perempat Final French Open 2026

Tunggal putri Indonesia Putri KW lolos perempat final French...

Tumbangkan Unggulan Taiwan, Amri Nita Lolos Perempat Final French Open 2026

Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah lolos perempat...