SportsNesia.com – Kejutan besar terjadi saat tim kuda hitam Putri Garut sukses menyingkirkan Arema FC Women di babak semifinal. Kemenangan tipis 1-0 membawa mereka melenggang ke partai final turnamen sepak bola putri nasional.
Nazwa Bilbina Putri menjadi pahlawan kemenangan lewat gol jarak jauh yang sangat spektakuler pada babak kedua. Kesalahan antisipasi kiper lawan memuluskan jalan srikandi Garut menuju babak pamungkas untuk memperebutkan takhta juara.
Arema FC Women sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit sepak mula dibunyikan oleh wasit. Namun, rapatnya lini pertahanan Putri Garut membuat setiap peluang emas lawan terbuang sia-sia tanpa hasil.
Pelatih Depi Kupriansyah mengakui timnya bermain dengan skema serangan balik yang sangat rapi dan terorganisir. Ia merasa bangga karena instruksi untuk memperdalam lini bertahan berjalan dengan sangat sukses saat menghadapi tim berkualitas.
“Kami berhasil tampil sesuai rencana dengan menerapkan skema serangan balik. Kita semua tahu Arema tim berkualitas. Jadi, setelah unggul 1-0 kami langsung fokus bertahan dan tidak muluk-muluk menerapkan strategi khusus. Kami di sini datang sebagai kuda hitam. Jadi, walaupun tidak ada beban, kami tetap mengusahakan yang terbaik. Soal menghadapi Persib di final, saya sudah mempelajari kekuatan mereka yang bermain dengan ciri khas ‘total football’,” ucapnya.
“Saya juga sudah mempersiapkan bagaimana menghadapi tim dengan gaya bermain seperti itu. Sejujurnya, kami sudah tidak ada beban lagi karena target awal kami di semifinal. Tapi karena sekarang sudah kepalang tanggung, sekalian juara saja. Kami sudah mempersiapkan semua skenario termasuk jika ada skema adu penalti,” jelas Depi menambahkan.
Baca Juga: Brace Auliah Arifah Antar Akademi Persib Bandung Menuju Final U-18
Kapten tim Ayu Wulan Agustin merasa sangat bangga bisa membawa timnya mencatatkan sejarah baru di kancah nasional. Ia menyebut kedisiplinan dalam berlatih menjadi modal utama keberhasilan mereka menembus babak final turnamen bergengsi ini.
“Sejujurnya bagi saya pribadi, saya bangga bisa ada di titik ini. Ini adalah hasil kerja keras tim dan juga hasil disiplin dari latihan. Selain itu, kami berhasil mengikuti instruksi pelatih dengan baik sepanjang laga. Untuk pertandingan besok, saya ingin bermain seperti tadi lagi dan siap menghadapi Akademi Persib di final,” ucap Ayu.
Pihak Arema mengakui bahwa kurangnya komunikasi di lapangan menjadi penyebab utama kegagalan mereka mencetak gol penyeimbang. Penyelesaian akhir yang lemah membuat keunggulan penguasaan bola srikandi Malang tidak berarti apa-apa hingga laga usai.
“Sebetulnya komunikasi sempat berjalan dengan baik dan bahkan sempat intens menyerang, tapi karena kurang komunikasi jadinya gak berbuah gol. Kalau seandainya bisa fokus sedikit saja, mungkin ceritanya berbeda. Buat kami pertandingan tadi jadi pelajaran berharga untuk terus meningkatkan level permainan di masa mendatang,” tutur Merisya Ika Hendrawan.
Pelatih Arema Dindin Wahyudin melihat kekalahan menyakitkan ini sebagai momentum penting untuk evaluasi pembinaan internal klub. Ia tetap mengapresiasi peningkatan level permainan yang ditunjukkan para pemain asuhannya sepanjang kompetisi nasional berlangsung.
Pertandingan final besok akan mempertemukan dua tim asal Jawa Barat, yakni Putri Garut melawan Akademi Persib Bandung. Duel ini diprediksi akan berjalan sangat panas karena kedua tim mengincar podium tertinggi di Supersoccer Arena.



[…] Baca Juga: Putri Garut Singkirkan Arema FC Women, Siap Ciptakan Derby Jabar di Final […]