Adyatama Fawwaz Oktoraza menjadi pusat perhatian dalam gelaran MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 di Supersoccer Arena, Kudus. Siswa MAN 2 Kudus ini sukses menyabet podium tertinggi pada nomor bergengsi lari 400 meter putra kategori KU 18.
Kemenangan Adyatama semakin lengkap setelah ia menjadi pelari penutup yang membawa sekolahnya menjuarai nomor estafet 4 x 400 meter mixed. Pelari muda yang juga pernah mewakili Kudus di ajang PORSENI Jawa Tengah 2025 ini menunjukkan dominasi yang luar biasa di lintasan.
“Kejuaraan ini tentu sangat positif ya, saya lihat semakin banyak siswa yang tertarik untuk turut serta. Sementara untuk saya sendiri, kemenangan ini sangat berharga. Untuk sekarang dan ke depannya, saya bakal lebih fokus ke nomor 400 meter. Semoga ini juga jadi salah satu jalan untuk saya bisa lolos ke Pelatnas dan mudah-mudahan bisa jadi bagian dari timnas atletik,” ungkap Adyatama penuh harap.
Sementara itu, dominasi di kategori KU 15 masih dipegang oleh MTsN 1 Kudus yang sukses mempertahankan gelar juara umum. Sekolah ini berhasil mengoleksi tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu sepanjang empat hari penyelenggaraan kompetisi.
Dimas Maulana selaku perwakilan guru MTsN 1 Kudus merasa bersyukur atas kedisiplinan dan jiwa sportivitas yang ditunjukkan anak didiknya. Pihak sekolah berkomitmen terus memberikan fasilitas melalui ekstrakurikuler agar bakat atletik para siswa dapat terasah dengan baik.
“MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa ya, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik. Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka di beberapa cabang lomba atletik dengan adanya ekstrakurikuler,” kata Dimas Maulana mengapresiasi.
Kompetisi tahun ini melombakan 23 nomor cabang olahraga yang dirancang untuk mengukur potensi dasar para atlet muda. Mulai dari nomor lari jarak pendek, jalan cepat, hingga nomor teknik seperti tolak peluru dan lempar lembing.
Adanya pembagian lima kelompok usia mulai dari KU 8 hingga KU 18 memastikan pemerataan persaingan di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan visi Bakti Olahraga Djarum Foundation yang fokus pada pembinaan atlet sejak usia dini.
Regenerasi atletik di Jawa Tengah kini memiliki wadah yang ideal untuk menambah jam terbang sebelum terjun ke kejuaraan resmi daerah maupun nasional. Para pemenang diharapkan tidak cepat berpuas diri dan terus berlatih demi mencapai mimpi menjadi atlet profesional.
Semangat juang yang ditunjukkan oleh 2.270 peserta menjadi sinyal positif bagi masa depan atletik Indonesia. Ajang MilkLife Athletics Challenge terbukti ampuh mengubah citra atletik menjadi olahraga yang menyenangkan dan penuh tantangan bagi generasi muda.


