Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani harus kembali menelan pil pahit saat berlaga pada ajang China Open 2026. Pasangan independen Indonesia ini takluk dari wakil Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, pada babak 16 besar.
Duel yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium ini berakhir dengan kekalahan dua gim langsung 18-21 dan 12-21. Sabar/Reza harus menyudahi perjuangan mereka dalam tempo pertandingan yang melelahkan selama 42 menit.
Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam pertemuan keduanya yang kini menjadi dominasi mutlak pasangan Inggris dengan skor 0-5. Lane/Vendy seolah menjadi “tembok raksasa” yang belum sanggup ganda Indonesia ini tembus sejak pertama kali bertemu pada tahun 2021.
Padahal, Sabar yang kini menginjak usia 30 tahun mengusung misi balas dendam setelah kekalahan serupa pekan lalu di Jepang. Namun, skenario yang sama justru kembali terulang di hadapan publik Changzhou, China.
Reza yang merupakan pemain kelahiran 1997 tampak kesulitan mengantisipasi pertahanan rapat yang lawan miliki. Pasangan Inggris tersebut sangat sigap membaca arah bola dan melakukan serangan balik yang sangat mematikan.
Pertandingan pada gim pertama sebenarnya berlangsung cukup ketat dengan perolehan angka yang saling berkejaran. Sayangnya, beberapa kesalahan elementer di depan net membuat Sabar/Reza kehilangan momentum krusial untuk mencuri kemenangan.
Tim medis sempat masuk ke lapangan untuk memeriksa kondisi salah satu pemain Inggris di tengah laga yang panas. Meski demikian, Lane/Vendy tetap mampu menjaga konsentrasi tinggi dan terus menekan pertahanan Indonesia tanpa ampun.
Memasuki gim kedua, performa Sabar dan Reza justru mengalami penurunan stamina yang cukup signifikan. Mereka sering kali tertinggal dalam perolehan poin dan sulit mengembangkan pola permainan terbaik untuk mengejar ketertinggalan skor.
Ambisi Sabar/Reza untuk mengukir sejarah mencapai babak perempat final turnamen level Super 1000 pun harus kembali kandas. Mereka belum berhasil memecah telur prestasi di ajang bergengsi yang memperebutkan hadiah uang tunai melimpah ini.
Pasangan ini kini harus segera berbenah untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya dalam kalender resmi BWF. Perjalanan panjang masih menanti mereka untuk terus mendongkrak peringkat dunia ke posisi yang lebih aman.


