Bos Pramac Racing, Paolo Campinoti, secara terbuka mengunggulkan nama Izan Guevara sebagai kandidat utama pembalap yang bakal promosi ke kelas utama MotoGP 2027. Pembalap muda asal Spanyol tersebut dinilai memiliki grafik performa yang jauh lebih mengesankan dibanding rekan setimnya, Tony Arbolino.
Campinoti membeberkan bahwa Pramac Yamaha berkomitmen penuh untuk membina talenta muda dari struktur Moto2 mereka. Arbolino yang merupakan runner-up Moto2 2023 dianggap belum mampu mengeluarkan potensi maksimalnya setelah finis di posisi ke-19 pada musim lalu.
“Sayangnya, kami baru bersamanya selama setahun, dan kami belum mampu mengeluarkan potensi penuhnya. Saya rasa saat ini, sejauh yang kami ketahui, kami cukup kekurangan tenaga di MotoGP. Dan ide kami adalah mengembangkan para pembalap di tim Moto2 kami,” kata Campinoti dalam podcast Mig Babol, dilansir dari Motosan.
“Jadi, jujur saja, saya melihatnya sebagai sesuatu yang cukup sulit,” tuturnya.
Berbeda nasib dengan Arbolino, Izan Guevara justru menunjukkan kebangkitan luar biasa pada musim keduanya bersama Blu Cru Pramac Yamaha Moto2. Juara dunia Moto3 2022 berusia 22 tahun tersebut kini sukses menduduki peringkat kedua klasemen sementara.
“Guevara banyak berkembang. Kami memiliki pembalap yang tampaknya telah kalah, tetapi ia telah bangkit kembali. Ide kami adalah untuk terus mengembangkan pembalap di Moto2 sebelum membawa mereka ke MotoGP. Itulah tujuan kami,” tambahnya.
Baca Juga: motoAmbisi Hakim Danish Incar Juara Dunia Moto3 2026
“Guevara adalah anak didik Gino Borsoi, karena ia telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Ia memenangkan Kejuaraan Dunia di Moto3, kemudian sedikit kehilangan arah di Moto2. Dan sekarang ia sedang memulihkan potensi sebenarnya. Ia mungkin akan naik kelas tahun depan, ada peluang bagus,” ujar Campinoti.
Pria asal Italia ini menegaskan bahwa Moto2 merupakan kawah candradimuka yang sangat krusial sebelum seorang pembalap melangkah ke kelas para raja. Pesan penting ini sekaligus menjadi cerminan bagi para rider muda di Moto3, termasuk talenta berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama.
“Moto3 dan Moto2 adalah kategori yang harus dilalui untuk mencapai hasil tertentu. Menurut saya, Moto2 sangat berperan dalam mempersiapkan pembalap menuju MotoGP. Lagipula, tidak ada kategori lain yang lebih baik untuk mempersiapkan pembalap selain MotoGP itu sendiri,” ucapnya.
“Namun, seperti yang kamu lihat sekarang, pembalap yang naik dari Moto2 ke MotoGP langsung tampil lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, pembalap yang berasal dari kelas 250cc setidaknya membutuhkan waktu dua tahun untuk belajar. Selain itu, lompatan dari Moto2 ke MotoGP sudah dekat, sudah ada di depan mata. Lompatan dari Moto3 ke MotoGP lebih panjang dan rumit. Jadi, menurut saya, kategori baru ini dibuat untuk mendekati Moto2, meskipun saya harus melihat motornya dan mencobanya terlebih dahulu,” pungkasnya.


