Momen haru menyelimuti jagat bola basket Indonesia setelah Henry Cornelis Lakay resmi mengumumkan perpisahan dengan Satya Wacana Salatiga. Klub berjuluk Laskar Satya Wacana tersebut mengunggah video perpisahan emosional sang pemain melalui akun Instagram resmi mereka pada Jumat (7/8/2026) pagi. Pengumuman ini sekaligus menandai berakhirnya pengabdian sembilan tahun sang pebasket setia.
Pebasket legendaris berposisi forward ini memulai karier profesionalnya bersama Satya Wacana pada musim kompetisi 2017-2018. Sebelum menembus panggung IBL, nama pebasket asal Papua ini sudah lebih dulu melambung sewaktu masuk dalam skuat DBL All-Star 2015. Selanjutnya, ia juga sukses membela tim PON Jawa Barat 2016 hingga menembus Timnas 3X3 Indonesia di ajang FIBA 3X3 Asia Cup 2018.
Namun, perjalanan kariernya di pentas basket profesional tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Henry bahkan harus menepi selama satu musim penuh pada 2018 lantaran mengalami cedera parah Anterior Cruciate Ligament (ACL). Meskipun menderita cedera lutut sebanyak tiga kali jelang musim 2018-2019, ia tetap berhasil bangkit dan mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama tim.
Dedikasi Tanpa Batas Henry Cornelis Lakay untuk Laskar Salatiga
Dalam sebuah kesempatan wawancara, pebasket bernomor punggung 12 ini sempat mengungkapkan motivasi terbesarnya saat berjuang keras melewati badai cedera.
“Sebenarnya tantangan terberatnya itu bagaimana saya harus bisa membuat orang tua percaya kalau saya bisa bikin mereka bangga lewat basket,” ungkap Henry.
Mantan kepala pelatih Satya Wacana, Jerry Lolowang, menegaskan bahwa peran sang pemain senior sangatlah vital bagi dinamika serta mental bertanding tim.
“Jelas Lakay merupakan api dan jiwa dari Satya Wacana. Kebanyakan pemain kami berusia di bawah 23 tahun, dan Lakay sebagai senior mampu menjadi leader yang menyatukan mereka,” tegasnya.
Selain itu, Coach Jerry juga selalu memuji etos kerja serta kepemimpinan sang pemain baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Saat berada di lapangan, Lakay merupakan pemain yang akan memberikan kemampuannya seratus persen untuk tim. Pun sama halnya ketika berada di bangku cadangan, dia akan berteriak dan memberi semangat,” ujar Coach Jerry.
Catatan Statistik dan Warisan Abadi Sang Pangeran Salatiga
Selama delapan musim aktif membela Satya Wacana, pemain yang dijuluki Sang Pangeran Salatiga ini mencatatkan loyalitas luar biasa tanpa pernah berganti klub. Berikut adalah rincian rekapitulasi performa sang pebasket selama membela tim Salatiga:
- Total Pertandingan Reguler: 153 Gim
- Rata-rata Poin: 5,4 Poin per Gim
- Rata-rata Rebound: 3,0 Rebound per Gim
- Akurasi Tembakan: 39,8 Persen
Momen perpisahan ini ditutup dengan kalimat menyentuh dari sang pebasket yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada manajemen tim.
“Selama 9 tahun di Satya Wacana, saya berterima kasih ke tim karena saya bisa bermain basket seperti sekarang ini. Pesan saya contoh saja yang baik-baik, dan yang jelek jangan,” ujarnya.
Sementara itu, manajemen klub menuliskan salam perpisahan yang sangat mengharukan untuk mengiringi langkah sang legenda. Pihak klub menegaskan bahwa nomor punggung 12 milik sang pemain bukan sekadar angka biasa, melainkan simbol legenda yang tidak akan pernah terpisahkan dari sejarah panjang Satya Wacana Salatiga.
Walaupun Satya Wacana belum pernah menembus babak playoff sejak 2016, warisan kepemimpinan Henry Cornelis Lakay tetap abadi di hati para penggemar. Keputusan berpisahnya sang ikon menandai akhir dari sebuah era penting Laskar Salatiga di pentas IBL. Publik basket nasional kini menantikan petualangan baru apa yang akan diukir oleh sang legenda ke depannya.


