Panggung turnamen tenis bergengsi memberikan kejutan dahsyat saat hasil Kanada Open 2026 memastikan tersingkirnya dua bintang utama di babak 16 besar. Petenis muda asal Filipina, Alexandra Eala, bersama ratu tenis dunia nomor satu, Aryna Sabalenka, harus angkat koper lebih awal usai menderita kekalahan pahit. Hasil tak terduga ini mendadak mengubah peta persaingan perebutan gelar juara di Kanada.
Kekalahan Eala menjadi pukulan telak bagi ribuan pendukungnya yang memadati tribune stadion. Petenis berusia 21 tahun itu tak berdaya menghadapi ketangguhan peraih medali emas Olimpiade asal Swiss, Belinda Bencic. Bencic berhasil menyegel kemenangan dua set langsung dengan skor akhir 6-4 dan 6-0 hanya dalam tempo 1 jam 14 menit.
Faktor cedera engkel yang menimpa Eala pada ronde ketiga disinyalir menjadi pemicu utama penurunan performanya. Kondisi fisik yang kurang fit tersebut membuat pergerakan Eala menjadi sangat terbatas di sepanjang laga. Di sisi lain, Bencic tampil sangat cerdik dengan terus mengirimkan pukulan ke sudut lebar lapangan untuk menguras stamina sang lawan.
Dominasi Belinda Bencic dan Efektivitas Servis Kunci
Statistik pertandingan mencatat dominasi mutlak Bencic lewat efektivitas servis pertama yang menyentuh angka 67 persen. Angka tersebut berbanding jauh dengan pencapaian Eala yang hanya mengumpulkan 53 persen poin servis. Sementara itu, Bencic terus menekan sejak awal hingga akhirnya menutup set kedua tanpa memberi satu game pun bagi Eala.
Usai laga, Bencic menyampaikan apresiasinya terhadap gemuruh suporter pendukung Eala yang hadir di arena. “Saya sangat senang bisa bertanding melawan Eala. Saya tahu kalian datang ke sini untuk mendukung Eala, tetapi itu tetap membuat saya sangat senang. Terima kasih sudah datang kemari,” katanya.
Baca Juga: Ganda Putra Indonesia Sapu Bersih Tiga Gelar BWF World Tour 2026
Sementara itu, panggung babak 16 besar melahirkan drama luar biasa saat petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, berhadapan dengan Ekaterina Alexandrova. Sabalenka yang tampil di permukaan lapangan favoritnya gagal membendung agresi permainan dari wakil Rusia tersebut. Sejak set pertama, kedua pemain langsung menyajikan pertarungan sengit hingga harus menyelesaikannya lewat babak tie-break.
Sensasi Alexandrova Tumbangkan Ratu Tenis Dunia
Alexandrova sukses mencuri set pertama melalui babak tie-break ketat dengan skor 7-6 (3). Namun, Sabalenka langsung bangkit pada set kedua dengan menekan Alexandrova hingga garis baseline mendalam demi mengamankan keunggulan 6-4. Selanjutnya, Alexandrova kembali menemukan ritme terbaiknya pada set penentu untuk mengunci kemenangan 6-4 atas sang unggulan utama.
Kemenangan spektakuler ini menjadi hasil manis kelima bagi Alexandrova saat menghadapi Sabalenka sepanjang kariernya. Hasil positif ini sekaligus menyeimbangkan rekor pertemuan head-to-head di antara keduanya menjadi imbang 5-5 dari 10 pertandingan. Keberhasilan Alexandrova membuktikan bahwa ketenangan mental mampu meruntuhkan dominasi petenis papan atas dunia.
RINGKASAN REKAP: BABAK 16 BESAR KANADA OPEN 2026
- Belinda Bencic vs. Alexandra Eala: 6-4, 6-0 (Durasi: 1 Jam 14 Menit)
- Ekaterina Alexandrova vs. Aryna Sabalenka: 7-6 (3), 4-6, 6-4
- Statistik Kunci Bencic: 67% poin servis pertama menang vs. 53% milik Eala
- Rekor H2H Alexandrova vs. Sabalenka: Imbang 5-5 (dari 10 Laga)
Usai menuntaskan laga maraton tersebut, Alexandrova membeberkan kunci sukses kekuatannya di lapangan. “Saya hanya berusaha memainkan setiap poin seolah-olah itu adalah poin terakhir. Melawannya, Anda tidak mendapatkan banyak peluang selama pertandingan. Hari ini saya mendapatkan cukup banyak peluang, tetapi saya tidak bisa memanfaatkan semuanya. Sejujurnya, saya berusaha untuk tidak memikirkan skor atau hal lainnya. Saya hanya memukul bola dan itu saja. Saya sangat senang bisa menang. Setelah set kedua, saya pikir kesempatan saya sudah lewat,” ungkapnya.
Pada akhirnya, secara keseluruhan hasil Kanada Open 2026 di babak 16 besar ini membuktikan betapa dinamis dan ketatnya persaingan tenis putri dunia. Kepulangan Eala dan Sabalenka kini membuka peluang lebar bagi para petenis non-unggulan untuk mengukir sejarah baru. Mari kita nantikan kejutan dramatis berikutnya di babak perempat final nanti!


