Sang penguasa arena berdarah UFC asal Dagestan sukses mencatatkan tinta emas sejarah usai mempertahankan sabuk kelas welter pada ajang UFC 330. Pasalnya, capaian prestisius tersebut mengukuhkan rekor Islam Makhachev dengan torehan 17 kemenangan berturut-turut tanpa sekalipun tersentuh kekalahan sejak tahun 2015.
Petarung tangguh berusia 32 tahun tersebut kini resmi memegang status sebagai pemilik rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah panggung bela diri campuran dunia. Oleh karena itu, publik olahraga tarung mulai membandingkan pencapaian sang jawara dengan warisan abadi milik mentornya, Khabib Nurmagomedov.
Keberhasilan sang suksesor The Eagle membuyarkan bayang-bayang masa lalu Khabib langsung memancing respons positif dari jagoan MMA, Alikhan Vakhaev. Sementara itu, atlet tarung asal Rusia tersebut menilai bahwa dominasi kompatriotnya telah menembus batas pencapaian tertinggi di jagat tarung internasional.
Pengakuan Level Tertinggi dan Penguasaan Sabuk Lintas Kelas
Vakhaev memandang keberhasilan sang kompatriot merajai dua divisi berbeda telah menempatkannya di tangga prestasi yang lebih tinggi daripada legenda terdahulu. Selain itu, satu-satunya catatan noda kekalahan di masa silam tidak lagi mereduksi kehebatan performa sang juara bertahan.
“Untuk saat ini, Makhachev boleh menduduki peringkat di atas Khabib,” terangnya dilansir dari Championat.
“Dia bisa dikatakan memegang dua sabuk di dua kelas berbeda Satu-satunya hal yang dia mungkin kalah (dari Khabib) hanya kekalahan saja. Namun, dari segi pencapaian Makhachev berada di atas Khabib,” tambah Alikhan Vakhaev.
Di sisi lain, sanjungan berkelas juga mengalir deras dari mantan petarung papan atas divisi kelas bulu, Zabit Magomedsharipov. Atlet wushu sanda yang terkenal berkat teknik akrobatik memukau tersebut menyebut kompatriotnya sangat layak menyandang predikat atlet seni bela diri terbaik sejagat raya saat ini.
Pengakuan Eks Bintang Tarung atas Reputasi Sang Kompatriot
Magomedsharipov meyakini pembuktian kualitas sang petarung di arena oktagon telah mematahkan segala keraguan publik terhadap kapasitas bertarungnya. Selanjutnya, ia menilai disiplin bertarung dan mentalitas baja telah menjadikan sang juara tak terkalahkan di atas kanvas.
“Ya, saya pikir memang seperti itu,” tegas Magomedsharipov.
“Dia sudah membuktikannya sendiri… Islam (Makhachev) adalah petarung terbaik,” sambungnya.
Kendati pertarungan menghadapi Ian Machado Garry menghadirkan tensi tinggi, sang jawara Dagestan tetap sanggup mengamankan keunggulan mutlak. Oleh sebab itu, Presiden UFC Dana White menunjukkan rasa takjub mendalam atas rekor fantastis yang diukir sang bintang utama.
Pengakuan Bos UFC Terhadap Rekor Fantastis
Petinggi promotor tarung asal Amerika Serikat itu bahkan memprediksi bahwa torehan impresif sang juara bertahan tidak akan mampu dipecahkan oleh siapa pun dalam waktu dekat. Pasalnya, konsistensi bertarung di level tertinggi menuntut ketahanan fisik dan taktik yang nyaris mustahil disamai oleh petarung biasa.
“Andai dia terus seperti yang dia katakan, maksud saya, rekor itu mungkin takkan pernah buyar,” tukas White dilansir Juara.net dari MMA Junkie.
“Mungkin hal itu akan terjadi setidaknya selama saya masih hidup… Oleh karenanya, pencapaian yang sudah dia torehkan begitu mengagumkan. Makhachev sudah melakukan apapun yang harus dia lakukan untuk mengalahkan dia (Ian Machado Garry). Saya pernah membahas hal ini…. Pertarungan kemarin membuktikan untuk apa kita mengadakan kelas berat,” imbuhnya.
Alhasil, kemenangan bersejarah pada ajang UFC 330 kian mengokohkan sang petarung di singgasana pound-for-pound tertinggi dunia. Kini, para penikmat tarung bebas menantikan penantang berikutnya yang bernyali menggoyang takhta sang petarung terhebat di panggung oktagon.
Statistik Kunci & Rekor Islam Makhachev:
- Rekor Kemenangan Beruntun: 17 kemenangan tanpa putus (rentetan terpanjang dalam sejarah Ultimate Fighting Championship).
- Catatan Tak Terkalahkan: Bersih dari kekalahan sejak tahun 2015 hingga gelaran UFC 330.
- Pencapaian Sabuk Juara: Mengoleksi sabuk juara di 2 divisi berbeda dan sukses mempertahankan gelar kelas welter.
- Lawan Terakhir: Mengalahkan petarung elite Ian Machado Garry pada partai utama UFC 330.
- Perbandingan dengan Legenda: Dinilai melampaui rekor mentornya, Khabib Nurmagomedov (13 kemenangan UFC), dalam aspek raihan gelar multi-divisi.


