SDN Pondok Kacang Timur 04 sukses mengunci gelar juara Kategori Usia (KU) 12 turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026 – 2027. Skuad asuhan pelatih Ichsan Purwa Nanda Suhardi ini menundukkan SDN Penjaringan 06 lewat pertarungan sengit berbalas gol dengan skor akhir 4-2 di Jakarta International Stadium.
Kemenangan prestisius tersebut sekaligus menuntaskan dahaga trofi sekolah dasar asal Tangerang Selatan usai sebelumnya hanya finis sebagai semifinalis pada edisi regional Jakarta Raya di Cijantung. Pasalnya, tim pesepak bola belia ini langsung berbenah dan meningkatkan efektivitas serangan selama jeda dua bulan masa evaluasi intensif.
Sejak peluit awal berbunyi, SDN Penjaringan 06 sejatinya mendominasi penguasaan bola dan mengejutkan lini pertahanan lawan lewat skema serangan balik kilat. Alhasil, Aprilia Nur Mirzani sukses membawa tim asal Jakarta Utara unggul 1-0 hingga turun minum setelah memaksimalkan bola muntah sepakan Jillan Adzra Syawaluna.
Namun, tensi pertandingan final melesat tajam saat memasuki babak kedua melalui aksi jual beli serangan dari kedua kubu. Bilqis Ainia Karimah seketika menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat eksekusi tendangan jarak jauh sesaat setelah sepak mula babak kedua bergulir.
LEDAKAN DUA MENIT DAN SIHIR TAKTIK FILIPPO INZAGHI
Pertarungan kedua tim kian memanas setelah Jillan Adzra kembali membawa Penjaringan memimpin 2-1 melalui tembakan spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-18. Di sisi lain, Bilqis kembali merespons cepat semenit kemudian lewat sepakan geledek dari tengah lapangan untuk menyamakan skor menjadi 2-2.
Pelatih Ichsan kemudian memutar otak dengan menerapkan strategi penyerang bayangan yang terinspirasi dari legenda timnas Italia, Filippo Inzaghi. Sang juru taktik menugaskan penyerang mungil Silviani Safira berdiri tepat di depan penjaga gawang lawan guna mengacaukan konsentrasi bek musuh.
“Alhamdulillah, sangat memuaskan karena ini hasil dari evaluasi turnamen MlikLife Soccer Challenge sebelumnya, ketika kami menjadi semifinalis di Cijantung. Dalam jeda waktu sekitar satu hingga dua bulan, evaluasi yang kami lakukan menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dan terbukti hari ini kami bisa menjadi juara,” ujar Ichsan saat ditemui di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, Minggu (25/10/2026).

Foto: Istimewa
Instruksi khusus tersebut langsung membuahkan hasil manis ketika Safira mencetak sepasang gol brilian pada menit ke-23 dan ke-27. Selain itu, penyerang kelas tiga ini mampu memanfaatkan celah sempit di depan gawang meski harus berhadapan dengan barisan bek lawan yang berpostur jauh lebih besar.
Kelincahan siswi berbakat tersebut membuat pertahanan Penjaringan kocar-kacir hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya duel panas. Keberhasilan mencetak dwigol menegaskan peran vital sang juru gedor sebagai pembeda sejati dalam partai puncak turnamen sepak bola putri ini.
SKEMA PENYERANG MUNGIL PENGACAU PERTAHANAN LAWAN
Sang pelatih membeberkan alasan berani menempatkan pemain bertubuh kecil sebagai ujung tombak tunggal dalam laga sekeras babak final. Menurutnya, postur mini justru memudahkan sang pemain bergerak lincah tanpa terdeteksi radar pertahanan musuh.
“Saya memberikan instruksi kepada Safira untuk memberikan gangguan kepada pemain bertahan dan kiper lawan di depan gawang. Hasilnya, ia bisa mencetak dua gol. Ini dilakukan karena saya terinspirasi dari Filippo Inzaghi. Bukan dia yang menghampiri bola, tetapi bola yang menghampiri dia,” katanya.
BACA JUGA:Â Ribuan Siswi Bertanding, MilkLife Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru
Sementara itu, Ichsan memuji mentalitas baja Safira yang tidak pernah gentar beradu fisik melawan pemain yang berpostur lebih tinggi dan kekar. Sang pelatih bahkan menyebut murid andalannya kerap mengungguli rekan-rekan sebaya laki-laki dalam sesi latihan rutin di sekolah.
“Kenapa dia harus di depan walaupun badannya kecil? Tujuannya untuk mendistraksi lawan. Karena badannya kecil, dia bisa memanfaatkan segala peluang yang ada. Kebetulan, dia juga yang terbaik di kelas tiga, bahkan mampu mengalahkan teman-temannya yang laki-laki,” tuturnya.
TONGGAK SEJARAH BARU MILKLIFE SOCCER CHALLENGE JAKARTA JAYA
Pencapaian gemilang ini melengkapi daftar penghargaan bergengsi dalam gelaran seri pembuka yang melibatkan ribuan siswi sekolah dasar di Jakarta Utara. Di sisi lain, SDN Penjaringan 06 tetap menuai apresiasi tinggi setelah menyabet predikat Best Player lewat Dewi Nurjanah dan Best Goalkeeper melalui Shafina Damayanti.
Oleh karena itu, keberhasilan SDN Pondok Kacang Timur 04 menjuarai MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya membuktikan pentingnya evaluasi taktik dan pembinaan usia dini. Gelar prestisius ini menjadi modal berharga bagi para talenta muda untuk terus bermimpi menjadi pesepak bola putri masa depan Indonesia.
FAKTA PERTANDINGAN / STATISTIK KUNCI
-
-
- Skor Akhir Final KU 12: SDN Pondok Kacang Timur 04 (4) vs (2) SDN Penjaringan 06
- Pencetak Gol SDN Pondok Kacang Timur 04: Bilqis Ainia Karimah (18′, 19′), Silviani Safira (23′, 27′)
- Pencetak Gol SDN Penjaringan 06: Aprilia Nur Mirzani (babak pertama), Jillan Adzra Syawaluna (18′)
- Juara KU 12: SDN Pondok Kacang Timur 04
- Runner-up KU 12: SDN Penjaringan 06
- Semifinalis KU 12: SDN Utan Panjang 03 & SDN Penggilingan 09
- Top Scorer KU 12: Auliasyah Fadillah (SDN Petojo Utara 13 Pagi – 25 gol)
- Best Player KU 12: Dewi Nurjanah (SDN Penjaringan 06)
- Best Goalkeeper KU 12: Shafina Damayanti (SDN Penjaringan 06)
- Fairplay Team KU 12: SDN Cideng 04
-


