Pentas sepak bola putri usia dini melahirkan kampiun baru setelah deretan tim sukses mengamankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge seri pembuka. Turnamen bergengsi inisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini rampung digelar secara meriah pada Minggu (18/10).
Pertarungan sengit di regional Bekasi menobatkan SDN Pulogebang 07 di Kategori Usia 10 tahun serta SDN Cipayung 02 di KU 12. Sementara itu, supremasi di regional Kudus berhasil diamankan oleh SDN 02 Jambean Pati untuk KU 10 dan SD Unggulan Muslimat NU pada KU 12.
Raihan trofi ini menjadi pembuktian nyata perkembangan pesat kemampuan mengolah si kulit bundar bagi talenta srikandi belia tanah air. Atmosfer kompetitif terus tersaji sepanjang turnamen berkat antusiasme tinggi ribuan siswi Sekolah Dasar dari berbagai penjuru wilayah.
Dominasi Penuh di Partai Pamungkas Bekasi
Jalannya laga final KU 10 regional Bekasi menyajikan panggung kegemilangan SDN Pulogebang 07 kala menaklukkan SDN Cilangkap 01 Pagi lewat skor mutlak 3-0. Tekanan beruntun sang juara langsung membuahkan gol bunuh diri lawan pada menit ke-2 serta sontekan manis Alifah Nurhafiah menit ke-7.
Memasuki babak kedua, aksi penetrasi individu berkelas yang diperagakan Alifah pada menit ke-23 berhasil mengunci gelar perdana timnya. Kemenangan sempurna tanpa kebobolan ini sekaligus menobatkan penyerang andalan tersebut sebagai pencetak gol terbanyak turnamen lewat torehan total 24 gol.
BACA JUGA: Peserta Membludak, Turnamen MilkLife Soccer Challenge Dorong Kebangkitan Sepak Bola Putri
Juru taktik tim pemenang mengapresiasi dedikasi anak-anak asuhnya yang mampu menjaga konsistensi performa di atas lapangan hijau. Ia menilai pengelolaan kondisi psikologis menjadi faktor penentu keberhasilan timnya memetik hasil maksimal.
“Tantangannya banyak. Anak-anak itu tergantung mood-nya. Kadang senang, kadang mood-nya sedang kurang baik sehingga permainannya juga kurang maksimal. Kalau mood-nya bagus, mereka bisa bermain seperti ini, bahkan menjadi top scorer,” tuturnya.
Kemenangan Beruntun Sang Mesin Gol
Di sisi lain, partai final KU 12 mempertemukan sang juara bertahan SDN Cipayung 02 kontra SDN Cilangkap 01 Pagi B dalam tensi tinggi. Gol semata wayang lahir dari dentuman geledek jarak jauh Gildas Syauqillah pada babak pertama yang gagal dihalau kiper lawan.
Hingga wasit meniup peluit panjang, keunggulan tipis 1-0 tetap bertahan kokoh berkat kedisiplinan koordinasi lini pertahanan sang nakhoda tim. Hasil manis ini mengantarkan sekolah dasar asal Jakarta Timur tersebut mengawinkan trofi Seri Jakarta Raya dan Seri Bekasi secara beruntun.

Foto: Istimewa
Pelatih tim juara mengaku sangat bersyukur mental bertanding anak didiknya tetap terjaga stabil meski baru saja menuntaskan kompetisi sebelumnya.
“Alhamdulillah, masih diberikan rezeki. Setelah dari seri Jakarta berlanjut ke Bekasi, kami kembali meraih hasil juara,” ujarnya.
Oleh karena itu, bomber andalan Gildas Syauqillah kembali mengukuhkan diri sebagai penyerang paling mematikan lewat koleksi 21 gol sepanjang kompetisi. Kendati bakal segera naik kelas batas umur, ia tetap berambisi memelihara mimpinya untuk membela tim nasional putri Indonesia kelak.
“Semoga teman-teman yang usianya di bawahku prestasinya bisa lebih baik. Karena saya kurang puas dengan hasil ini. Tapi saya akan tetap semangat latihan agar bisa menjadi pemain timnas Indonesia di masa mendatang,” ucap Gildas.
Antusiasme Masif dan Evaluasi Pelatih
Selain duel sengit di Bekasi yang diikuti 1.261 siswi, regional Kudus turut menyedot partisipasi massal mencapai 1.672 atlet putri cilik. Keterlibatan ratusan sekolah dasar ini menjadi sinyal positif terbukanya ruang pembinaan pesepak bola putri sejak bangku sekolah dasar.
Pasalnya, rutinitas latihan terprogram terbukti menjadi kunci mutlak pembeda kualitas teknis pemain saat bertarung di turnamen resmi. Pelatih kepala kompetisi mengingatkan agar pihak sekolah lebih serius meningkatkan porsi latihan mingguan anak asuhnya demi mengejar prestasi tertinggi.
“Kalau saya lihat, yang masuk delapan besar ke atas semuanya berlatih dua atau tiga kali seminggu. Itu yang saya inginkan, sekolah-sekolah lebih serius lagi. Karena pasti hasilnya berbeda jika hanya satu kali seminggu atau bahkan hanya berlatih sebelum turnamen dimulai,” ujar Timo.
Alhasil, keberhasilan mengamankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge menjadi langkah awal penting bagi pembinaan sepak bola putri berjenjang di tanah air. Kompetisi berkesinambungan ini dipastikan terus mematangkan potensi generasi emas pesepak bola wanita Indonesia menuju pentas dunia.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
-
-
- Juara Seri Bekasi: SDN Pulogebang 07 (KU 10) & SDN Cipayung 02 (KU 12).
- Juara Seri Kudus: SDN Jambean 02 Pati (KU 10) & SD Unggulan Muslimat NU (KU 12).
- Top Scorer Bekasi: Alifa Nurfarhiyah (24 gol / KU 10) & Gildas Syauqillah (21 gol / KU 12).
- Top Scorer Kudus: Syafa Ainun Habibah (35 gol / KU 10) & Ghaitsa Luffi Arachman (28 gol / KU 12).
- Partisipasi: Total 2.933 siswi dari 180 SD/MI bertanding serentak di regional Bekasi dan Kudus.
-



[…] BACA JUGA: Ribuan Siswi Bertanding, MilkLife Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru […]
[…] BACA JUGA: Ribuan Siswi Bertanding, MilkLife Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru […]