SportsNesia.com – Lee Zii Jia menunjukkan sinyal kebangkitan yang sangat menjanjikan dalam ajang bergengsi Canada Open 2026 baru-baru ini. Langkah pebulu tangkis andalan Malaysia tersebut akhirnya terhenti pada babak semifinal setelah memberikan perlawanan yang sangat ulet.
Ia harus mengakui keunggulan wakil Jepang, yakni Riki Takei, melalui pertarungan sengit tiga gim yang menguras tenaga selama 70 menit. Lee menyerah dengan skor akhir 13-21, 21-18, dan 18-21 saat berlaga di kawasan Ontario, Kanada.
Kekalahan ini memang menunda mimpinya untuk meraih trofi perdana musim ini di Benua Amerika. Namun, capaian tersebut merupakan rekor terbaiknya sepanjang rangkaian turnamen internasional pada tahun 2026.
Pebulu tangkis berusia 27 tahun tersebut akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang untuk kembali menembus empat besar turnamen resmi BWF. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa kondisi fisik sang pemain semakin membaik setelah sempat dibekap cedera serius.
Lee Zii Jia yang memiliki tinggi badan 186 sentimeter ini merasa penampilannya saat babak perempat final sudah mendekati level terbaiknya. Ia menilai kemenangan atas wakil Taiwan menjadi suntikan mental yang sangat krusial bagi perjalanan kariernya ke depan.
“Jelas ini adalah salah satu penampilan terbaik saya sejak kembali dari cedera,” ujar Lee Zii Jia sebagaimana mengutip laporan dari The Star.
“Seperti yang bisa dilihat, saya telah melalui banyak kesulitan dan masih berusaha mendapatkan kembali rasa percaya diri saya,” lanjutnya.
Mantan pemain nomor dua dunia ini menyadari bahwa tantangan di sektor tunggal putra saat ini jauh lebih kompetitif. Para pemain muda mulai berani memberikan ancaman nyata bagi jajaran penghuni peringkat 10 besar dunia.
“Saya memang belum mengalahkan pemain peringkat atas atau 10 besar dunia, tetapi saya menganggap ini sebagai awal yang baik untuk kembali mendaki peringkat dunia,” tuturnya.
Pihak manajemen Lee kini fokus menjaga momentum positif ini untuk menghadapi rangkaian turnamen berikutnya di Benua Amerika. Semangat pantang menyerah sang pemain menjadi modal krusial demi kembali merengkuh trofi juara dalam waktu dekat.


