SportsNesia.com – Laga penutup hari pertama HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 menyajikan duel penuh gengsi antara dua tim besar. Tigers Football Academy Surabaya dan Putri Garut harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di Grup A U-18.
Tensi pertandingan sudah memanas sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama di Supersoccer Arena. Agresivitas lini tengah kedua tim sering kali memicu kontak fisik yang keras hingga menghasilkan sejumlah pelanggaran disiplin.
“HYDROPLUS Soccer League All-Stars ini kan pertandingan di mana dari pemain-pemainnya juga punya kualitas. Jadi kami juga harus menyesuaikan juga,” ucap Agustina Indah Mahardika.
Pelatih Tigers Football Academy tersebut menyayangkan timnya gagal menjaga konsentrasi hingga menit-menit akhir pertandingan. Padahal, tim asal Surabaya tersebut sempat memimpin lebih dulu pada menit ke-24 lewat aksi menawan Dinda Yosepine Manurung.
Keunggulan Tigers Football bertahan cukup lama hingga memasuki pertengahan babak kedua pertandingan nasional ini. Putri Garut yang tertinggal satu gol mulai meningkatkan intensitas serangan demi mencari celah di barisan pertahanan lawan.
Baca Juga: Drama Gol Telat! Mojang Priangan Tekuk Putri Tangsel City di Pembukaan HYDROPLUS Soccer League
Perjuangan tanpa lelah skuad asal Jawa Barat ini akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-66 melalui sang kapten. Ayu Wulan Agustin melepaskan tendangan lob cerdik yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Tigers Football Surabaya.
“Sesuai instruksi anak-anak sudah bagus, cuma ya namanya juga pertandingan, hasil 1-1 itu kami syukuri. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa lebih fight,” kata Depi Kuspriansyah.
Pelatih Putri Garut mengapresiasi kemampuan adaptasi anak asuhnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan di level kompetisi nasional. Hasil imbang ini dianggap sebagai pencapaian yang cukup adil bagi kedua belah pihak yang tampil sangat ngotot.
Sementara itu, gelandang Tigers Football, Michel Putri Arifiana, meminta rekan setimnya untuk tidak saling menyalahkan. Ia ingin fokus membangun komunikasi yang lebih cair agar aliran bola ke lini depan tidak lagi mudah terputus oleh lawan.
“Pastinya bangga dan senang (bisa cetak gol), dan ini juga kerja keras dari tim. Kendalanya tadi mungkin kita kurang komunikasi saja,” tutup Ayu Wulan Agustin.


