MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 sukses melahirkan deretan juara baru dari berbagai jenjang sekolah di wilayah Kudus. Ribuan pelajar bersaing sangat ketat untuk memperebutkan podium tertinggi pada kejuaraan atletik bergengsi ini.
MI NU Imaduddin Hadiwarno A tampil sangat perkasa dengan menyapu bersih tiga medali emas pada Kelompok Usia (KU) 8. Sekolah ini mengungguli para pesaingnya dan membuktikan kualitas pembinaan atletik sejak usia dini yang sangat efektif.
Prestasi gemilang juga datang dari SD Unggulan Muslimat NU yang mendominasi perolehan medali pada kategori KU 10. Mereka sukses mengamankan posisi puncak klasemen melalui raihan tiga medali emas dan dua perunggu.
“MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa ya, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik. Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka di beberapa cabang lomba atletik dengan adanya ekstrakurikuler,” kata Dimas Maulana selaku perwakilan guru MTsN 1 Kudus.
MTsN 1 Kudus berhasil membuktikan ketangguhannya dengan keluar sebagai juara umum pada kategori Kelompok Usia 12 tahun. Skuad ini tampil sangat dominan dengan memborong tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu sekaligus.
Sementara itu, SMA NU Al Ma’ruf Kudus menunjukkan taringnya pada persaingan sengit di kategori Kelompok Usia 15 tahun. Skuad ini mengunci posisi pertama melalui perolehan enam medali emas, empat perak, dan dua perunggu.
Sebanyak 2.270 murid dari ratusan sekolah tercatat ikut berpartisipasi dalam ajang yang berlangsung di Supersoccer Arena ini. Antusiasme yang luar biasa ini menunjukkan bahwa olahraga atletik semakin digemari oleh generasi muda di Jawa Tengah.
“Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada seri 1 2026 ini, kami ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi. Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat,” ucap Welly Arisanto, Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Panitia menyiapkan sebanyak 23 nomor cabang olahraga atletik mulai dari lari jarak pendek hingga teknik lempar lembing. Seluruh nomor perlombaan bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar dan bakat atletik para peserta secara komprehensif.
“Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan, menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah,” ujar Firdaus, Ketua PASI Kudus.


