Hakim Danish menunjukkan taringnya sebagai pendatang baru paling potensial pada ajang Moto3 2026. Pembalap muda asal Terengganu ini enggan jemawa meski sudah mengantongi kemenangan perdana di GP Ceko.
Rider andalan MT Helmets-MSI tersebut mencatatkan sejarah saat melesat menjadi yang tercepat di Sirkuit Brno. Ia sukses menuntaskan balapan di posisi terdepan walau harus mengawali perlombaan dari urutan ke-14.
“Saya memang telah meraih podium dan kemenangan, namun bagi saya, itu belum cukup,” kata Danish melansir dari laman Bharian.
Pemuda berusia 18 tahun ini terus memacu adrenalin demi menjaga konsistensi di barisan depan. Danish tidak ingin hanya sekadar menjadi pelengkap pada grid kelas ringan musim ini.
“Meskipun saya tentu senang dengan kemenangan dan podium yang telah saya raih, saya belum merasa puas,” tuturnya.
Baca Juga: Fabio Quartararo Pindah ke Honda MotoGP 2027, El Diablo Boyong Kru Baru
Persaingan memperebutkan predikat pendatang baru terbaik semakin sengit antara Danish dan talenta Indonesia, Veda Ega Pratama. Saat ini Danish menduduki peringkat ketiga klasemen rookie dengan koleksi 86 poin.
Veda yang merupakan pembalap asal Gunungkidul unggul tipis empat angka di atas Danish berkat performa stabil. Jagoan Honda Team Asia tersebut sudah mengoleksi dua podium dari GP Brasil dan GP Prancis.
Sosok yang lahir pada tahun 2007 ini mematok target tinggi untuk merengkuh takhta juara dunia Moto3. Danish bertekad meninggalkan kesan mendalam sebelum dirinya benar-benar naik kelas ke kategori Moto2.
“Saya ingin terus meningkatkan performa di setiap balapan, bersaing memperebutkan podium, dan meraih lebih banyak lagi. Saya juga ingin tetap kompetitif secara konsisten dan berada di barisan depan,” kata Danish.
“Jika kami bisa mempertahankan konsistensi tersebut, insya Allah, peluang untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia akan terbuka. Saya berharap bisa mencapainya sebelum naik ke kompetisi Moto2,” imbuhnya.


