Austin Reaves mencatatkan sejarah baru sebagai pemain undrafted dengan nilai kontrak paling fantastis dalam sejarah NBA. Guard andalan Los Angeles Lakers itu resmi berkomitmen menjaga kejayaan tim asal California tersebut untuk jangka waktu panjang.
Pria berusia 26 tahun asal Newark itu harus menghadapi kenyataan pahit setelah sang mentor, LeBron James, memutuskan hengkang dari tim. Reaves kini memikul beban besar untuk memimpin skuad tanpa kehadiran King James yang bersiap melakoni musim ke-24 sepanjang kariernya.
Pebasket kelahiran Arkansas tersebut mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar kepindahan LeBron ketika dirinya sedang bermain golf di Lake Tahoe. Ia masih mencoba mencerna perubahan besar itu meski proses kepergian sang megabintang sudah berlalu selama dua pekan.
“Sejujurnya, saya belum bisa menerima keputusan LeBron untuk meninggalkan Los Angeles setelah delapan tahun bersama tim. Memulai musim tanpa dia di tim akan terasa berbeda bagi saya. Dia adalah satu-satunya yang saya kenal. Kehadirannya, bercanda, bertingkah seperti anak berusia 15 tahun. Tapi itu keputusannya dan… saya sangat menyayangi dan menghormatinya,” ujar Austin Reaves.
Reaves sepakat menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan nilai total mencapai 180 juta dolar AS. Ia bahkan rela memotong gajinya sebesar 5 juta dolar AS demi memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar bagi manajemen Los Angeles Lakers.
Baca Juga: Bogor Hornbills Cetak Sejarah Juara IBL 2026, Erick Thohir: Ekosistem Basket Kita Makin Sehat!
Kesepakatan ini menyertakan opsi pemain yang memungkinkan Reaves tetap berseragam kuning-ungu hingga musim 2029–2030. Capaian tersebut sangat luar biasa mengingat ia memulai karier profesionalnya melalui jalur kontrak two-way pada 2021.
Tantangan baru kini menanti Reaves karena ia diproyeksikan menjadi tumpuan utama tim bersama bintang baru, Luka Doncic. Persahabatan erat di luar lapangan antara keduanya diharapkan mampu menciptakan chemistry yang solid bagi publik Crypto.com Arena.
“Luka, maksudku, dia salah satu sahabat terbaikku di planet ini. Aku hampir setiap hari berbicara dengannya. Dia mengirimiku video ayunan golfnya dan bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk menjadi lebih baik, dan aku bilang padanya bahwa aku bukan pelatih,” ungkap Reaves dengan nada bercanda.
Ambisi besar Reaves untuk membela satu klub sepanjang kariernya kini selangkah lagi menjadi kenyataan bagi dirinya dan keluarga. Pemain yang lahir dari pasangan atlet basket itu menunjukkan dedikasi tinggi dengan merampungkan negosiasi kontrak sebelum tenggat waktu 1 Juli.
“Saya ingin menjadi pemain Lakers sepanjang waktu. Kami punya waktu dari akhir musim hingga tanggal 1 Juli untuk menyelesaikan sesuatu, dan kami berhasil mewujudkannya sebelum itu. Hati saya selalu berada di LA,” tegas Reaves menutup pembicaraan.


