Marco Bezzecchi bersiap melakoni ujian teramat berat pada gelaran MotoGP
Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone pekan ini. Pembalap utama Aprilia Racing
berusia 27 tahun tersebut harus bertarung mempertahankan gelar juara di tengah
deraan cedera bahu dan lutut kiri.
Situasi sulit ini berbanding terbalik dari musim lalu ketika rider kelahiran
Rimini, Italia itu tampil sangat dominan melibas lintasan. Oleh karena itu, jeda
musim panas yang seharusnya menjadi momen penyegaran justru berganti menjadi
masa pemulihan fisik yang melelahkan.
“Jeda musim panas terasa berat, bukan seperti yang saya inginkan, karena saya
masih belum 100 persen pulih, bahu sudah terasa lebih baik tetapi lutut kiri
juga mengalami cedera, jadi kita lihat saja nanti,” ujar Bezzecchi mengutip
Crash.
Baca Juga: MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Siap Tempur di GP Inggris
Sementara itu, fakta bahwa dirinya belum pulih total membuat jebolan Akademi
VR46 ini merubah pendekatan mentalnya menghadapi balapan Seri Silverstone.
Bahkan, pembalap yang menunggangi motor Aprilia berkapasitas 1.000 cc tersebut
memilih untuk tidak mematok target muluk-muluk demi menghindari tekanan
berlebih.
“Untuk saat ini peluangnya tidak banyak, trek ini sangat spesial bagi saya
karena saya menyukai karakter lintasannya dan tahun lalu saya menjalani akhir
pekan yang luar biasa. Tetapi sekarang kami datang dengan mentalitas yang
berbeda dan saya tidak ingin terlalu memikirkan performa,” kata Bezzecchi.
Pengamat Tetap Jagokan Bezzecchi di MotoGP Inggris 2026
Meskipun Bezzecchi dibayangi keraguan, pengamat MotoGP Topan Yuniarto justru
tetap menaruh ekspektasi tinggi terhadap sang rider. Pasalnya, karakter teknis
Sirkuit Silverstone terbukti sangat padu dengan gaya balap agresif yang menjadi
ciri khas sang atlet.
“Menurut saya, Bezzecchi tetap menjadi salah satu favorit, meskipun kondisi
fisiknya tentu masih menjadi tanya hingga sesi latihan bebas,” tutur Topan
Yuniarto kepada Tribunnews, Jumat (31/7/2026).
Selain itu, catatan statistik menunjukkan Bezzecchi mengantongi modal impresif
sepanjang paruh pertama musim ini sebelum melaju ke MotoGP Inggris 2026:
- Perolehan Poin: 186 Poin (hanya terpaut 22 poin dari pimpinan klasemen Jorge
Martin). - Pencapaian Paruh Musim: 4 Kemenangan, 2 Podium Kedua, dan 2 Podium Ketiga.
- Rekor Silverstone Musim Lalu: Menang dominan dengan keunggulan lebih dari 4
detik atas Johann Zarco dan Marc Marquez.
Tantangan Fisik dan Tradisi Unik Silverstone
Di sisi lain, sirkuit sepanjang 5,9 kilometer ini menyimpan ancaman nyata karena
memiliki banyak tikungan cepat yang sangat menguras stamina. Oleh sebab itu,
daya tahan fisik pascaoperasi akan menjadi penentu utama apakah Bezzecchi
sanggup menjaga kecepatan hingga lap-lap terakhir.
Pada akhirnya, tradisi unik Silverstone yang selalu melahirkan pemenang berbeda
sejak musim 2014 turut memperhias sengitnya persaingan. Namun, apabila kondisi
fisik Bezzecchi sanggup bertahan dari gempuran rasa sakit, ia berpeluang besar
mencetak rekor baru pada ajang MotoGP Inggris 2026.


