Gianni Infantino Didesak Mundur: Kontroversi Piala Dunia 2026 Memanas

Date:

Gianni Infantino menghadapi desakan hebat untuk segera mundur dari kursi Presiden FIFA akibat berbagai skandal di Piala Dunia 2026. Banyak pengamat menganggap kepemimpinannya sudah kehilangan arah dan lebih mementingkan lobi politik serta keuntungan komersial.

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyoroti dugaan campur tangan Presiden Amerika Serikat dalam pencabutan kartu merah Folarin Balogun. Blatter menilai tindakan yang melibatkan komunikasi pribadi tersebut telah merusak integritas kompetisi sepak bola paling bergengsi di bumi.

“Dalam perjalanan menuju peluit akhir, Piala Dunia telah kehilangan kredibilitasnya. Politik tidak boleh dibiarkan membayangi jalannya pertandingan,” cuit eks Presiden FIFA itu di media sosial X.

“Kini, giliran para penggemar, pemain, dan asosiasi nasional untuk merebut kembali sepak bola dan mengembalikannya ke jati diri aslinya di bawah kepemimpinan baru,” lanjut cuitannya.

Javier Tebas yang menjabat sebagai Presiden La Liga turut mengecam durasi jeda pertandingan final yang mencapai 27 menit. Tebas berpendapat bahwa aturan-aturan baru FIFA tersebut hanya bertujuan mengejar keuntungan finansial tanpa mempedulikan napas asli dari permainan sepak bola.

Baca Juga: Ranking FIFA Piala Dunia 2026: Denis Undav Kalahkan Lionel Messi dan Kylian Mbappe

“Menurut pendapat saya, ya, saya rasa masa jabatan dia (Infantino) sudah berakhir. Saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino dan tidak setuju dengan tindakannya (Infantino),” tutur Tebas kepada La Gazzetta dello Sport.

“Mereka menyuarakannya, namun tidak melakukan apa-apa. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, sikap diam atau membiarkan. Karena mereka yang diam sebenarnya sangat sadar akan kerusakan yang sedang dialami dunia sepak bola. FIFA mengatur segala sesuatu sesuka hati mereka, demi tujuan mereka sendiri dan kepentingan mereka sendiri, jelas bukan demi sepak bola,” tambah Tebas.

Infantino yang merupakan pria berkebangsaan Swiss dan Italia ini tetap menunjukkan sikap tenang di tengah gempuran kritik pedas para rival. Ayah empat anak ini justru semakin mantap untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden untuk periode 2027 hingga 2031 mendatang.

Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027 akan menjadi panggung penentuan bagi kelanjutan nasib kepemimpinan pria berusia 56 tahun tersebut. Infantino kabarnya sudah mengonsolidasikan dukungan dari banyak asosiasi nasional untuk mengamankan suara mayoritas dalam pemilihan nanti.

Gelombang protes dari daratan Eropa tampaknya belum cukup kuat untuk meruntuhkan dominasi pria kelahiran kota Brig ini. Ia terus bergerak memperluas pengaruh organisasi sepak bola dunia ke pasar-pasar potensial baru di berbagai belahan dunia lainnya.

Rifat Yusuf
Rifat Yusufhttp://sportsnesia.com
Baca buku adalah hal yang menyenangkan, karena bisa membawa pada imajinasi yang unik, menyukai olahraga dan suka bergaul

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gianni Infantino Batalkan Rencana Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi membatalkan proyek kontroversial...

Persib Bandung Juara Grup A Piala Presiden 2026

Persib Bandung sukses mengunci status juara Grup A Piala...

Arema FC Tembus Semifinal Piala Presiden 2026 Usai Bantai DPMM FC

Arema FC sukses mengamankan tiket menuju babak semifinal Piala...

Karim Adeyemi Pasang Target Juara Liga Champions Bersama Barcelona

Penyerang baru Barcelona, Karim Adeyemi, mengusung ambisi besar untuk...