Mike Singletary resmi menyudahi perjalanannya di dunia bola basket profesional setelah melanglang buana selama 17 tahun. Pemain yang terakhir membela Kesatria Bengawan Solo ini mengumumkan kabar pensiun melalui akun Instagram pribadinya.
“Olahraga telah menjadi tempat perlindungan jiwa saya dan cinta pertama saya. Tetapi sekarang saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada cinta pertama saya dan menyambut babak selanjutnya dalam hidup saya,” katanya.
Cedera parah menjadi faktor utama yang memaksa pebasket legendaris ini untuk menggantung sepatu lebih awal. Atlet kelahiran 1988 tersebut merasa masa pemulihan fisiknya menuntut kesabaran ekstra yang sangat luar biasa.
Mike mengukir sejarah fantastis bersama Taipei Fubon Braves dengan menyabet tiga gelar juara berturut-turut. Ia bahkan menjadi pemain pertama yang mencatatkan rekor 1.000 poin dan 500 rebound dalam liga bergengsi Taiwan.
Alumnus Texas Tech University ini sempat mencuri perhatian publik tanah air saat bergabung dalam kompetisi IBL. Kehadiran suami dari Jerika ini memberikan warna tersendiri bagi klub kebanggaan warga Solo tersebut.
Proses penyembuhan Mike dari cedera terburuknya menuntut ketabahan tinggi untuk sekadar bisa berjalan kembali. Ia merayakan setiap kemenangan kecil agar tetap memiliki motivasi untuk kembali menyentuh bola basket di arena.
“Ketika dokter Anda mengatakan Anda tidak bisa berjalan normal selama berbulan-bulan, itu sulit. Tetapi ketika Anda mulai merasa percaya diri lagi, saat itulah Anda tahu Anda akan kembali. Merayakan kemenangan kecil pun sangat membantu,” ucapnya.
Mike juga memiliki ikatan emosional yang sangat mendalam dengan komunitas basket di negara gajah putih, Thailand. Ia merasa sangat terhormat bisa menyapa kembali orang-orang lama sebelum benar-benar meninggalkan lapangan pertandingan.
“Ini sungguh keren, seperti kembali ke titik awal. Kembali ke Thailand, bertemu orang-orang yang sudah lama saya kenal, ini sangat istimewa,” ujarnya.
Kini Mike Singletary siap menyambut babak baru dalam hidupnya yang penuh tantangan di luar arena. Ia berterima kasih kepada keluarga dan para penggemar setia yang telah memberikan dukungan moral sepanjang karier panjangnya.


