Ganda putra terbaik Indonesia memetik buah manis perjuangan keras mereka saat menjadikan modal juara Denmark Open 2026 demi membidik prestasi yang lebih tinggi. Pasangan andalan Merah Putih ini sukses mengamankan podium tertinggi usai melibas musuh bebuyutan asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final.
Pertarungan pamungkas di SJF Arena, Odense, Denmark, tersebut berakhir kilat hanya dalam tempo 31 menit lewat kedudukan telak 21-8 dan 21-11. Kemenangan dominan ini sekaligus menuntaskan dahaga revans mereka yang sempat kandas di partai puncak pada edisi tahun lalu.
Pasalnya, gelar juara turnamen level BWF Super 750 ini menjadi pelipur lara sempurna atas kekecewaan mereka di ajang Asian Games lalu. Trofi bergengsi dari Benua Biru ini langsung mendongkrak status mental bertanding mereka ke jajaran teratas dunia.
Pijakan Motivasi Menatap Turnamen Dunia
Pemain bulu tangkis senior asal Bandung tersebut mengungkapkan dampak psikologis yang sangat positif dari keberhasilan menaiki podium juara pertama di Eropa.
“Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI seusai menjuarai Denmark Open di Odense, Denmark, Minggu.
Oleh karena itu, hasil manis di Odense ini diharapkan mampu memicu kebangkitan prestasi bulu tangkis nasional di berbagai sektor lainnya. Sang atlet kawakan memandang konsistensi di level senior harus berjalan beriringan dengan regenerasi para atlet junior di kancah global.
“Prestasi bulutangkis Indonesia beberapa bulan terakhir sedang cukup baik, semoga terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior tapi juga di junior,” ujar Fajar.
Menjaga Pola Pikir dan Pengendalian Emosi
Di sisi lain, tandem mudanya menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati agar tidak mudah terlena oleh euforia kemenangan besar. Ia memilih untuk selalu menyetel ulang mentalitas bertandingnya dari titik awal pada setiap kejuaraan baru yang dihadapi.
“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,” kata Fikri.
Kematangan emosional tersebut diakui sang pemain kidal sebagai hasil tempaan jam terbang tinggi saat bertandem dengan rekannya yang lebih senior. Ia merasa semakin tenang menghadapi ketegangan di poin-poin kritis tanpa harus membebani pikirannya dengan ekspektasi berlebih.
“Saya mencoba untuk sudah nggak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa,” ujar Fikri.
Dominasi Taktik Menyerang Sejak Semifinal
Kemenangan gemilang di partai puncak ini sebenarnya merupakan puncak dari ketangguhan taktik mereka dalam meredam deretan lawan kelas dunia. Pada babak semifinal, duet Merah Putih ini berhasil menyingkirkan unggulan utama asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, lewat duel tiga gim 21-16, 16-21, dan 21-16.
Sementara itu, pada babak delapan besar, mereka juga menundukkan wakil tangguh Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, dua gim langsung 21-17 dan 21-16. Rentetan kemenangan meyakinkan tersebut kian mematangkan pola permainan menyerang tanpa kompromi saat melangkah ke babak final.
BACA JUGA:Â Libas Wakil Malaysia, Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026 Dua Gim
Alhasil, pasangan Malaysia dibuat tak berkutik sejak awal laga akibat gempuran smes menyilang serta cegatan cepat di depan net. Kemenangan dua gim langsung ini menjadi bukti nyata kesiapan fisik dan taktik armada ganda putra Indonesia di panggung elite dunia.
Selanjutnya, keberhasilan merebut modal juara Denmark Open ini dipastikan melipatgandakan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi sisa tur Eropa musim ini. Mentalitas juara yang kian solid menjadi ancaman serius bagi para rival di turnamen BWF World Tour berikutnya.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci
- Hasil Final: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) 21-8, 21-11.
- Durasi Laga Final: 31 Menit di SJF Arena, Odense, Denmark.
- Jalan Menuju Juara: Menang atas Peeratchai/Pakkapon (Perempat Final) dan unggulan China Liang/Wang (Semifinal).
- Makna Kemenangan: Balas dendam atas kekalahan final tahun lalu dan mendongkrak motivasi pasca Asian Games.
- Gelar BWF World Tour: Mempertegas dominasi ganda putra Indonesia di turnamen Super 750.



[…] BACA JUGA:Â Modal Juara Denmark Open, Fajar/Fikri Bidik Prestasi Lebih Tinggi […]