CEO Manchester City, Ferran Soriano, mengirimkan pesan video internal darurat guna menenangkan seluruh karyawan klub di tengah badai investigasi. Petinggi asal Spanyol tersebut menegaskan sikap perlawanan keras menyusul keputusan otoritas liga yang memvonis bersalah klubnya dalam kasus finansial Manchester City.
Otoritas Premier League sebelumnya menyatakan The Citizens melanggar sebagian besar regulasi keuangan yang dituduhkan sejak Februari 2023. Pasalnya, penyelidikan panjang selama lebih dari dua tahun tersebut menyeret tuduhan rekayasa laporan pembukuan dan dana sponsor fiktif.
Soriano memilih bungkam di hadapan awak media internasional dan menolak berbicara pada Rapat Umum Pemegang Saham di Kopenhagen. Namun, juru taktik manajerial berusia 57 tahun ini memilih menguatkan moral internal staf The Citizens secara tertutup.
Fakta Bantahan Kasus Finansial Manchester City
Pria kelahiran Barcelona tersebut menegaskan bahwa manajemen telah menyerahkan seluruh bukti rekening bank dan kesaksian autentik kepada komisi disiplin. Oleh karena itu, ia menolak keras narasi yang menyebut pemodal Abu Dhabi menyuntikkan dana terselubung melalui kesepakatan komersial.
“Seluruh kasus dengan Liga Primer Inggris ini dibangun di atas tuduhan palsu, yaitu bahwa dana para pemilik klub disuntikkan ke Manchester City melalui sejumlah sponsor dari Abu Dhabi. Ini tidak benar, dan bukti yang cukup telah diserahkan kepada komisi Liga Inggris untuk membuktikan bahwa hal itu tidak terjadi dan tidak akan terjadi,” tegas Soriano.
Manajemen The Sky Blues menilai seluruh dakwaan hukum tersebut berdiri di atas premis manipulatif yang tidak berdasar. Alhasil, pihak petinggi klub merasa otoritas penyelenggara kompetisi sengaja memojokkan reputasi mereka di panggung sepak bola modern.
Tudingan Teori Konspirasi Otoritas Liga
Soriano mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap komisi independen yang menutup mata terhadap berkas pembelaan kubu Etihad. Di sisi lain, tim kuasa hukum jawara bertahan Liga Inggris ini merasa dirugikan oleh penarikan kesimpulan yang dinilai sepihak.
“Secara mengejutkan bagi kami dan bagi para pengacara kami, dan setelah lebih dari dua tahun, komisi Liga Inggris mengeluarkan pendapat yang mendukung teori konspirasi yang dianut Liga Inggris. Dan untuk sampai ke sana, bukti-bukti yang diajukan klub diabaikan, serta ditariklah sebuah kesimpulan yang keliru,” kecam sang CEO.
Manajemen City kini mematangkan draf perlawanan hukum tingkat lanjut sebelum tenggat waktu resmi berakhir pada Jumat mendatang. Selain itu, berkas banding tersebut memuat sanggahan komprehensif untuk menganulir opini komisi penegak regulasi.
Ancaman Sanksi Berat dan Skenario Degradasi
Komisi independen saat ini tengah menggodok rentang hukuman yang siap dijatuhkan kepada penguasa Etihad Stadium. Sementara itu, ancaman sanksi bagi raksasa Manchester ini mencakup denda triliunan rupiah, pemotongan poin drastis, degradasi kasta, hingga diskualifikasi permanen.
Situasi genting ini memicu kekhawatiran besar di kalangan fans mengenai masa depan manajer dan skuad bertabur bintang miliknya. Kendati demikian, manajemen menjamin stabilitas operasional klub tetap berjalan normal sembari menuntaskan sengketa hukum di pengadilan arbitrase.
Kelanjutan babak banding dalam kasus finansial Manchester City kini memasuki fase paling krusial dalam sejarah sepak bola Inggris. Selanjutnya, jagat sepak bola dunia menunggu putusan akhir yang bakal menentukan nasib sang raksasa peraih treble winners tersebut.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
- Subjek Kasus: Dugaan pelanggaran regulasi finansial Premier League sejak Februari 2023
- Dalih Pembelaan: Manchester City menegaskan kepemilikan bukti rekening bank, aliran dana resmi, dan saksi untuk membantah manipulasi sponsor Abu Dhabi
- Potensi Sanksi: Denda finansial besar, pengurangan poin klasemen, degradasi kasta divisi, hingga pencoretan dari keanggotaan Premier League
- Batas Waktu Banding: Manchester City memiliki tenggat waktu resmi hingga Jumat pekan ini untuk mengajukan banding



[…] BACA JUGA:Â Soriano Lawan Putusan Liga, Sebut Kasus Finansial Manchester City Rekayasa […]