Pembalap muda kebanggaan Indonesia Veda Ega Pratama di Mandalika berhasil mengamankan posisi keenam dalam balapan sengit Moto3 Grand Prix Indonesia 2026. Rider berbakat asal Gunungkidul tersebut menyuguhkan pertarungan spartan di Sirkuit Internasional Mandalika pada Minggu (11/10).
Pertarungan kelas Moto3 di lintasan kebanggaan tanah air tersebut menyajikan drama senggolan ekstrem sejak putaran-putaran awal. Pasalnya, sejumlah insiden tabrakan pembalap di barisan depan sempat memecah konsentrasi dan merenggangkan jarak persaingan.
Sang pembalap tuan rumah harus berjibaku menembus rombongan terdepan di tengah kepungan rider elite Eropa. Selain itu, rentetan insiden kecelakaan di sekitarnya memaksa sang pembalap mengambil jalur balap yang lebih aman.
Situasi menegangkan di atas aspal membuat gap waktu rombongan terdepan semakin melebar tanpa bisa ia kejar. Alhasil, sang talenta muda memilih bermain taktis demi mengamankan finis di zona sepuluh besar.
Perjuangan Veda Ega Pratama di Mandalika Hadapi Senggolan
Sang pembalap berusia 17 tahun tersebut membeberkan dinamika pertarungan keras yang terjadi sepanjang balapan berlangsung. Oleh karena itu, ia menilai insiden benturan antarpembalap menjadi faktor utama yang menghambat laju motornya.
“Balapan sangat ketat, dan hanya saja ada beberapa pembalap yang bersenggolan dan jatuh, hingga membuat jarak dengan grup depan semakin lebar,” jelas Veda kepada media seusai balapan di Mandalika.
Manajemen Grip Ban di Tengah Embusan Angin Kencang
Kendala teknis lain yang membayangi sang rider lokal adalah perubahan arah angin pantai yang tidak menentu di setiap putaran. Sementara itu, kondisi cuaca sirkuit menuntut kecermatan tinggi dalam menghemat usia ban hingga lap-lap akhir.
“Saya sudah melakukan semaksimal mungkin, cuman masih kesusahan. Saya mencoba untuk menyimpan grip ban agar tidak boros, karena saya tahu di akhir punya kesempatan, tapi sudah ketinggalan jauh,” tambahnya.
BACA JUGA: Marc Marquez Tak Terbendung, Hasil Sprint Race MotoGP Diwarnai Drama
Raihan finis di peringkat keenam tetap memberikan suntikan berharga sebanyak sepuluh poin bagi perolehan klasemen kejuaraan dunia. Di sisi lain, tambahan angka ini mengukuhkan posisinya di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 115 poin.
Evaluasi Matang Menatap Seri Phillip Island Australia
Tim mekanik langsung menyiapkan evaluasi menyeluruh mengenai setelan geometri motor jelang bertolak ke seri berikutnya. Selanjutnya, penyempurnaan data balap Mandalika bakal menjadi modal krusial untuk menaklukkan sirkuit berkarakter cepat di Australia.
Sirkuit Phillip Island terkenal memiliki tantangan angin laut kencang dan tikungan mengalir berkecepatan tinggi. Kendati demikian, sang rider binaan Honda tetap optimistis menyambut debut perdananya di benua kanguru tersebut.
“Pekan depan akan menjadi balapan pertama saya di Phillip Island, mudah-mudahan bisa mendapat hasil maksimal lagi,” pungkasnya.
Pencapaian positif Veda Ega Pratama di Mandalika kian menegaskan potensinya sebagai penantang gelar di pentas balap motor internasional. Publik tanah air kini menantikan kejutan berikutnya saat sang rider bertarung membawa merah putih di seri Australia mendatang.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
-
Ajang Balap: Moto3 Grand Prix Indonesia 2026
-
Sirkuit: Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, NTB (Minggu, 11 Oktober 2026)
-
Posisi Finis: Peringkat ke-6
-
Poin Diraih: 10 Poin
-
Total Poin Klasemen: 115 Poin
-
Peringkat Klasemen Sementara: Posisi ke-7 Dunia (Moto3 2026)
-
Seri Selanjutnya: Moto3 Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island


