Mantan Presiden Barcelona Joan Gaspart memicu polemik panas usai melontarkan kritik pedas Lionel Messi terkait laga perpisahan sang megabintang. Pria berusia 81 tahun tersebut menilai sang kapten legendaris wajib menggelar seremoni pamungkas khusus di hadapan publik Camp Nou.
Sorotan tajam ini mencuat setelah sang penyerang resmi melakoni pertandingan perpisahan bersama Timnas Argentina di Buenos Aires pada 7 Oktober 2026. Sang tokoh senior Catalan merasa kecewa lantaran sang ikon sepak bola dunia belum menunjukkan niat menyapa kembali para pemuja setianya di Spanyol.
Pasalnya, sang legenda hidup telah memutuskan gantung sepatu sepenuhnya dari panggung internasional bersama tim nasional berjuluk La Albiceleste. Namun, belum adanya agenda temu muka bersama suporter Blaugrana dianggap mencoreng ikatan historis yang terjalin selama puluhan tahun.
Tuntutan Salam Pamungkas di Camp Nou
Mantan petinggi raksasa Spanyol tersebut meluapkan unek-uneknya saat hadir sebagai narasumber dalam siniar bertajuk Solo Para Cules. Ia menegaskan bahwa kebesaran nama klub tidak boleh diabaikan oleh pemain mana pun yang pernah dibesarkan oleh akademi La Masia.
“Saya masih akan memberi waktu, tetapi akan tiba saatnya saya merasa terganggu jika Tuan Leo Messi tidak mau sedikit pun berusaha datang ke Barca untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar, kepada Barca. Siapa pun presidennya. Siapa pun presidennya! Dia harus datang dan mengucapkan selamat tinggal kepada Barca,” kata Gaspart.
Oleh karena itu, sikap sang superstar yang terkesan bungkam memicu kekecewaan mendalam bagi jajaran elite suporter Catalan. Sang mantan nakhoda klub menuntut komitmen moral sang penyerang untuk menyisihkan waktu kembali ke tanah Spanyol.
Kendati gelombang kecaman dari fans militan terus menghujani dirinya di media sosial, pria kelahiran Barcelona tersebut memilih tak bergeming. Ia bersikukuh bahwa teguran keras yang ia sampaikan murni demi menjaga wibawa klub yang kini dipimpin Joan Laporta.
Menolak Minta Maaf Demi Kebaikan
Sosok yang menjabat presiden pada era 2000-2003 ini membandingkan sikap tegasnya seperti seorang ayah yang mendidik anak kandungnya. Ia mengaku telah mengirimkan pesan teks pribadi secara langsung kepada sang pemilik rekor delapan Ballon d’Or tersebut.
“Apakah saya akan meminta maaf kepada Messi? Saya bahkan tidak pernah meminta maaf kepada anak-anak saya saat saya mengkritik mereka demi kebaikan mereka sendiri. Anda boleh saja mencintai Messi sebesar saya mencintainya, tetapi Anda tidak mungkin mencintai Messi lebih daripada saya,” ujar dia seperti dikutip dari Marca.
BACA JUGA:Â Tumbangkan Raksasa China, Luthfi/Dian Resmi Juara Dunia Junior 2026
Di sisi lain, pesan pribadi yang dikirimkannya berisi peringatan keras mengenai posisi sang megabintang yang tidak lebih tinggi dari institusi klub. Ia merasa langkah emosional tersebut harus diambil agar sang mantan kapten tidak melupakan asal-usul kejayaannya.
“Saya mengirim pesan kepada Leo dan karena saya begitu menyayanginya, saya telah bertindak terlalu jauh, sungguh terlalu jauh. Saya katakan kepada Leo, ‘Kami sangat menyayangimu, tetapi Barca jauh lebih besar daripadamu’. Seharusnya itu sudah cukup,” kata Gaspart menambahan.
Warisan Emas dan Akhir Karier
Sementara itu, pria tua tersebut merupakan sosok penting yang meresmikan kedatangan sang bocah ajaib asal Rosario ke akademi La Masia pada tahun 2000 silam. Kerja sama panjang tersebut bertransformasi menjadi masa keemasan paling spektakuler dalam sejarah sepak bola modern benua Eropa.
Alhasil, penyerang berkaki kidal itu sukses mempersembahkan 35 trofi bergengsi ke lemari juara Blaugrana lewat torehan 672 gol dari 778 laga resmi. Kisah manis dua dekade tersebut terpaksa terhenti pada musim panas 2021 akibat jeratan regulasi batas gaji kompetisi LaLiga.
Selanjutnya, sang legenda melanjutkan pengembaraan kariernya ke Paris Saint-Germain sebelum kini memperkuat tim Major League Soccer, Inter Miami. Gelombang kritik pedas Lionel Messi ini dipastikan kian memanaskan spekulasi terkait peluang kembalinya sang mega bintang ke tanah Spanyol demi laga testimoni resmi.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
-
-
- Subjek Berita: Kritik keras Joan Gaspart (Presiden Barcelona era 2000-2003) terhadap Lionel Messi.
- Momen Pemicu: Laga perpisahan Messi bersama Timnas Argentina di Buenos Aires pada 7 Oktober 2026.
- Rekor Bersejarah Messi di Barcelona: 778 Pertandingan resmi, 672 Gol, dan 35 Trofi Juara (2004–2021).
- Klub Saat Ini: Inter Miami (Amerika Serikat) setelah sebelumnya membela Paris Saint-Germain (Prancis).
-



[…] BACA JUGA:Â Tolak Minta Maaf, Joan Gaspart Lontarkan Kritik Pedas Lionel Messi […]