Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengukir sejarah luar biasa dengan mengklaim takhta Jonatan Christie peringkat 1 dunia BWF pasca-bergulirnya Kejuaraan Dunia di New Delhi. Prestasi monumental ini resmi memutus dahaga panjang bulu tangkis tunggal putra Tanah Air yang telah menanti lebih dari 25 tahun untuk kembali merajai puncak dunia.
Atlet kelahiran Jakarta tersebut sukses mengulangi torehan emas sang legenda Taufik Hidayat yang pernah memimpin ranking tertinggi pada periode 2000-2001 silam. Selain itu, lonjakan dua peringkat ini membuktikan konsistensi performa sang peraih medali emas Asian Games 2018 dalam menaklukkan panggung turnamen elite internasional.
Keberhasilan pemain berpostur 180 cm ini sekaligus melengserkan mantan juara dunia asal Tiongkok, Shi Yu Qi, dari singgasana teratas. Pasalnya, Shi Yu Qi terpaksa merosot drastis lima peringkat ke posisi keenam dunia setelah tersingkir prematur pada babak pertama.
Kejutan Alex Lanier dan Pergolakan Sektor Tunggal Putra
Sementara itu, gebrakan fenomenal datang dari bintang muda Prancis, Alex Lanier, yang sukses menyegel titel kampiun dunia. Kemenangan prestisius tersebut memberinya suntikan masif 14.500 poin dan melambungkan posisinya tiga anak tangga ke peringkat ke-7 dunia.
Alhasil, pebulu tangkis berusia 21 tahun itu sukses melangkahi sang runner-up turnamen asal Jepang, Kodai Naraoka, yang kini menghuni tangga ke-8 dunia berbekal 12.500 poin. Di sisi lain, rekan senegara Lanier, Christo Popov, melesat luar biasa ke ranking ke-2 dunia mendampingi pemain veteran Chinese Taipei Chou Tien Chen yang merangsek ke urutan ke-4.
Dominasi Mutlak An Se Young di Papan Atas Putri
Berbanding terbalik dengan persaingan putra yang bergejolak hebat, peta kekuatan sektor tunggal putri justru memperlihatkan stabilitas yang kokoh. Ratu bulu tangkis Korea Selatan, An Se Young, semakin mengukuhkan hegemoni di peringkat pertama dunia dengan tabungan fantastis 121.287 poin usai merengkuh trofi juara dunia.
Oleh karena itu, dua rival terdekatnya, yakni Wang Zhi Yi asal Tiongkok dan Akane Yamaguchi asal Jepang, masih tertahan nyaman di pos peringkat kedua serta ketiga. Selanjutnya, tunggal putri andalan Thailand, Pornpawee Chochuwong, berhasil mendongkrak posisinya dua tingkat ke ranking ke-8 dunia setelah menembus babak semifinal.
Lonjakan Ganda Indonesia dan Ketangguhan Nomor Campuran
Kendati demikian, atmosfer persaingan di sektor ganda putra juga memperlihatkan tren positif bagi perwakilan Merah Putih. Duet non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani sukses mendaki dua trap ke posisi ke-7 dunia, tepat membayangi pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy di peringkat ke-8.
Selain itu, sektor ganda putri Indonesia menunjukkan progres menggembirakan setelah tampil spartan hingga babak perempat final turnamen akbar tersebut. Pasangan muda Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melesat tiga tingkat ke urutan ke-9 dunia, disusul duet Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang menembus peringkat ke-11.
Baca Juga:Â Bertahan di Papan Atas, Posisi Fajar/Fikri di Peringkat Dunia BWF Masih Aman
Di nomor ganda campuran, pasangan tangguh Tiongkok Feng Yan Zhe/Huang Dongping tetap perkasa di ranking pertama dengan torehan 110.600 poin meski berstatus runner-up, mengungguli sang juara dunia baru asal Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue di peringkat ke-5. Pada akhirnya, deretan pencapaian manis ini menandai momentum kebangkitan skuad bulu tangkis Indonesia dalam peta persaingan elite dunia.
Ringkasan Update Peringkat Dunia BWF Pasca-Kejuaraan Dunia:
- Tunggal Putra (MS):
- Jonatan Christie (Indonesia) – Naik ke Peringkat 1 Dunia (Mengakhiri penantian 25 tahun sejak era Taufik Hidayat).
- Christo Popov (Prancis) – Naik ke Peringkat 2 Dunia.
- Chou Tien Chen (Chinese Taipei) – Naik ke Peringkat 4 Dunia.
- Shi Yu Qi (Tiongkok) – Turun 5 tingkat ke Peringkat 6 Dunia.
- Alex Lanier (Prancis) – Juara Dunia, naik 3 tingkat ke Peringkat 7 Dunia (+14.500 poin).
- Kodai Naraoka (Jepang) – Runner-up, Peringkat 8 Dunia (+12.500 poin).
- Tunggal Putri (WS):
- An Se Young (Korea Selatan) – Kokoh di Peringkat 1 Dunia (121.287 poin).
- Wang Zhi Yi (Tiongkok) & Akane Yamaguchi (Jepang) – Peringkat 2 dan 3 Dunia.
- Pornpawee Chochuwong (Thailand) – Semifinalis, naik ke Peringkat 8 Dunia.
- Ganda Putra (MD):
- Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia) – Naik ke Peringkat 7 Dunia.
- Ben Lane / Sean Vendy (Inggris) – Naik ke Peringkat 8 Dunia.
- Ganda Putri (WD):
- Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum (Indonesia) – Naik 3 tingkat ke Peringkat 9 Dunia.
- Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari (Indonesia) – Naik 2 tingkat ke Peringkat 11 Dunia.
- Ganda Campuran (XD):
- Feng Yan Zhe / Huang Dongping (Tiongkok) – Kokoh di Peringkat 1 Dunia (110.600 poin).
- Thom Gicquel / Delphine Delrue (Prancis) – Juara Dunia, bertahan di Peringkat 5 Dunia.


