Pembalap virtual andalan Indonesia Andika Rama Maulana GT 7 menyatakan kesiapan mental dan rasa percaya diri tinggi. Ia pun bersiap bertarung sengit pada ajang bergengsi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Kompetisi tersebut berlangsung mulai (19/9) hingga (4/10) mendatang. Sementara itu, atlet berusia 32 tahun itu menjadi ujung tombak tunggal skuad Merah Putih. Ia turun pada cabang olahraga esports nomor simulasi balap demi membawa pulang medali ke Tanah Air.
Rama menilai peta persaingan simulasi balap mobil terpopuler ini sangat sulit ditebak. Sebab, setiap rival menguasai spesialisasi berbeda pada mobil serta sirkuit lomba.
Selain itu, para kompetitor kerap menyembunyikan catatan waktu putaran. Mereka juga merahasiakan strategi racikan mesin terbaik hingga hari perlombaan resmi bergulir.
Namun, pembalap kawakan ini memilih tidak terdistraksi oleh kekuatan lawan. Sebaliknya, ia mematangkan ritme balap bersama jajaran pelatih serta rekan tanding di Jakarta.
Selanjutnya, tim terus melakukan evaluasi komprehensif setiap hari. Langkah tersebut bertujuan menambal setiap celah kelemahan teknis sebelum terbang menuju Negeri Sakura.
Modal Kepercayaan Diri Andika Rama Maulana GT 7 di Sirkuit Jepang
Juara balap virtual ini mencurahkan seluruh energi dan konsentrasinya. Dengan demikian, ia bisa meningkatkan performa kendaraan di setiap sesi latihan simulator.
Oleh karena itu, ia mengabaikan perang urat syaraf dari negara-negara pesaing. Sebaliknya, ia memusatkan perhatian penuh pada catatan waktunya sendiri.
“Cuma ya lebih fokusnya ke diri sendiri saja. Saya berusaha improve di setiap harinya selama persiapan menjelang keberangkatan,” kata pria yang kerap disapa Rama itu saat diwawancarai di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (10/9).
Grand Valley Jadi Andalan Menuju Babak Puncak
Penyelenggara turnamen menyiapkan empat lintasan ikonik. Nantinya, keempat lintasan tersebut bakal menguji ketahanan fisik serta kejelian manuver para atlet sepanjang kejuaraan.
Sementara itu, Rama membidik kemenangan krusial di Sirkuit Grand Valley pada laga final kedua. Pasalnya, trek legendaris tersebut sangat sesuai dengan gaya membalapnya.
Fase semifinal pada (23/9) mendatang akan membagi 15 pembalap terbaik ke dalam dua grup ketat. Dengan format tersebut, kompetisi akan menyaring empat kontestan teratas menuju babak pamungkas.
Namun, atlet tuan rumah Jepang diprediksi menyajikan ancaman paling mematikan. Sebab, mereka memiliki reputasi digdaya dan dominasi prestasi di panggung dunia.
“Kalau berhasil masuk ke final, saya akan bertanding tiga kali lagi dalam babak itu guna menentukan pemenang melalui akumulasi poin. Tetapi kalau gagal masuk ke empat teratas di semifinal, maka perjalanan saya sudah selesai,” tegasnya.
Jadwal Padat Menuju Podium Juara Aichi-Nagoya
Perjuangan sang wakil tunggal Indonesia akan bermula lewat sesi latihan resmi pada (22/9). Dalam sesi tersebut, ia harus mengamankan posisi start terdepan di garis start.
Alhasil, hasil positif pada sesi pembuka tersebut bakal memuluskan langkahnya menuju babak final. Adapun babak final terdiri dari tiga ronde dan digelar serentak pada (24/9).
Sementara itu, publik olahraga Tanah Air menaruh harapan besar pada pundak sang atlet. Mereka berharap Rama mengukir sejarah manis bagi kontingen Merah Putih di pentas Asia.
Selanjutnya, dedikasi tinggi Andika Rama Maulana GT 7 siap membuktikan kemampuan pembalap simulasi Indonesia. Dengan begitu, ia ingin menaklukkan dominasi raksasa Asia.
Agenda & Format Pertandingan GT 7 Asian Games 2026:
- Atlet: Andika Rama Maulana (Wakil Tunggal Esports GT 7 Indonesia)
- Tempat & Waktu: Aichi-Nagoya, Jepang, (19/9) – (4/10)
- Sesi Latihan Resmi: Selasa (22/9) – Perebutan grid position start
- Babak Semifinal: Rabu (23/9) – 15 peserta dibagi ke Grup A (8 pembalap) & Grup B (7 pembalap); Top 4 masing-masing grup melaju ke final
- Babak Final: Kamis (24/9) – 8 finalis melakoni 3 seri balapan dengan sistem akumulasi poin
- Sirkuit Unggulan: Grand Valley (Final Race 2)


