Bukan Sekadar Denda, Gerrard Ingin Gelar Juara Manchester City Dicabut

Date:

Mantan kapten legendaris Liverpool menuntut otoritas sepak bola Inggris mencabut gelar juara Manchester City atas skandal finansial. Sikap keras tersebut mencuat usai sang rival dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 tuduhan pelanggaran aturan kompetisi.

Pasalnya, kasus pembukuan ilegal tersebut mencakup periode krusial sejak musim 2009 hingga 2018 di kasta tertinggi Premier League. Sosok ikonik Anfield itu menilai pencopotan mahkota juara merupakan ganjaran paling adil demi menjaga muruah integritas turnamen.

Selain itu, drama perebutan trofi musim 2013-2014 menjadi catatan paling membekas saat The Reds harus puas finis di posisi runner-up. Pria berusia 44 tahun tersebut menegaskan bahwa tuntutan hukum ini murni demi keadilan seluruh klub peserta kompetisi.

Tuntutan Tegas Menghapus Sejarah

Mantan gelandang Timnas Inggris ini menilai federasi wajib memberikan contoh sanksi terberat kepada para pelanggar regulasi keuangan. Ia secara terbuka menyampaikan pandangan ekstremnya dalam sebuah wawancara mendalam bersama siniar The Overlap.

“Dalam hal perasaan saya, saya berpotensi terpengaruh jika Anda mau, saya tidak ingin pemain individu membalas dendam, itu tidak akan benar. Tapi klub itu harus dilucuti… Harus ada contoh yang diberikan, secara historis, entah itu seorang bintang sepanjang tahun-tahun pencapaian mereka, karena kemudian tidak masalah apakah gelar-gelar itu dicabut atau tidak, begitu bintang itu ada di sana, maka semua orang tahu bahwa [kesuksesan] terjadi karena apa yang kita semua tahu telah terjadi,” kata Gerrard kepada The Overlap.

Oleh karena itu, tindakan simbolis seperti penghapusan rekor trofi dinilai ampuh memberikan efek jera bagi para raksasa kaya. Langkah tegas pengelola kompetisi bakal membuktikan bahwa hukum tetap berlaku mutlak tanpa memandang status kejayaan klub manapun.

Namun, hukuman degradasi ke kasta kedua English Football League dinilai kurang ideal karena berpotensi merugikan kontestan Divisi Championship. Sang mantan nakhoda Rangers justru mengusulkan sanksi jangka panjang yang bisa melumpuhkan dominasi sang rival secara bertahap.

Usulan Larangan Belanja Pemain

Mantan juru taktik Aston Villa tersebut merancang formula hukuman alternatif agar sang juara bertahan merasakan penderitaan nyata di lapangan. Ia mendorong penerapan embargo transfer pemain serta pemotongan poin secara berturut-turut selama beberapa musim kompetisi.

“Lalu perlu ada hukuman ke depannya, saya tidak tahu hukuman yang tepat itu seperti apa… Saya rasa tidak adil bagi Championship jika mereka terdegradasi, karena mereka akan menjadi salah satu dari tiga tim yang promosi, jadi itu akan mengurangi satu slot untuk Championship sehingga tidak adil bagi EFL… Atau tim-tim yang bermain melawan City setiap minggu,” tuturnya.

BACA JUGA: Tundukkan Wakil India, Alwi Farhan Lolos Babak Kedua Denmark Open

Di sisi lain, perlakuan tanpa pandang bulu wajib ditegakkan sebagaimana sanksi pengurangan poin yang menimpa Everton serta Nottingham Forest. Sang legenda berharap komisi disiplin independen tidak gentar menjatuhkan vonis serupa terhadap sang pemegang rekor juara bertahan.

“Saya pikir itu harus berupa larangan transfer, pengurangan poin dalam jangka waktu tertentu dan membuat mereka menderita seperti yang telah mereka lakukan kepada semua orang selama sembilan, sepuluh tahun terakhir. Mereka tegas terhadap Everton, tegas terhadap Forest [hukuman atas pelanggaran]. Semoga sukses untuk Premier League, tetapi mereka harus tegas,” pungkasnya.

Menolak Menerima Medali Pengganti

Kendati menuntut sanksi maksimal, sang legenda lapangan tengah secara terang-terangan menolak menerima pembagian medali juara secara retrospektif. Ia menganggap nilai sebuah trofi sepak bola sudah tidak lagi sama jika diberikan di luar atmosfer pertandingan resmi.

“Ini bukan masalah pribadi bagi saya terkait para pemain Man City, karena mereka semua pemain yang luar biasa, mereka telah merasakan momen itu dan mereka pantas mendapatkannya [trofi]. Saya bukan tipe orang yang akan duduk di sini dan mengatakan saya akan menerima medali Liga Premier atau saya menginginkan medali yang mereka miliki. Rasanya tidak akan sama, tidak akan sama,” tambahnya.

Sementara itu, dampak kerugian moral dinilai merenggut kenangan berharga para penggemar Tottenham Hotspur, Manchester United, hingga klub papan bawah. Seluruh suporter rival berhak mempertanyakan legitimasi kejayaan sang penguasa Etihad Stadium yang dibangun lewat dugaan manipulasi neraca keuangan.

Alhasil, polemik panas perebutan gelar juara Manchester City kini menanti putusan akhir pengadilan banding independen Premier League. Keputusan final otoritas sepak bola Inggris nantinya dipastikan mengubah lanskap sejarah serta peta persaingan klub modern selamanya.

Fakta Pertandingan / Statistik Kunci

      • Subjek Sengketa: Pelanggaran regulasi finansial Premier League periode 2009–2018 (lebih dari 100 dakwaan).
      • Klub Terkait: Manchester City (terdakwa), Liverpool (runner-up musim 2013-2014 era Steven Gerrard).
      • Tuntutan Gerrard: Pencabutan gelar juara historis, larangan bursa transfer pemain, serta pengurangan poin bertahun-tahun.
      • Status Terkini Kasus: Manchester City membantah seluruh tuduhan dakwaan dan resmi mengajukan proses banding.
Rifat Yusuf
Rifat Yusufhttp://sportsnesia.com
Baca buku adalah hal yang menyenangkan, karena bisa membawa pada imajinasi yang unik, menyukai olahraga dan suka bergaul

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Putri Kusuma Wardani Singkirkan Wakil Chinese Taipei, Wang Zhi Yi Menanti

Tunggal putri andalan Merah Putih tampil perkasa saat Putri...

Angel Raymond Morejon Juara WBC Silver Usai Hentikan Willy Kyakonye

Angel Raymond Morejon berhasil meraih sabuk kelas bridger WBC...

Tundukkan Wakil India, Alwi Farhan Lolos Babak Kedua Denmark Open

Tunggal putra masa depan Merah Putih mengunci tiket penting...

WBC Beri Izin, Carlos Adames Naik Kelas Berat Tanpa Sabuk

Badan tinju dunia resmi mengabulkan permohonan kontroversial Carlos Adames...