SportsNesia.com – Goal Aksis Cimahi sukses merebut tiket final secara dramatis melalui babak adu penalti yang sangat mendebarkan. Mereka menumbangkan Mojang Priangan Ciamis dengan skor akhir 3-2 setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal.
Mojang Priangan sempat memimpin lebih dulu berkat gol Kirani Hedda sebelum Syifa Ramadhani menyamakan kedudukan secara heroik. Gol penyeimbang tersebut lahir pada menit ke-47 setelah Syifa sukses memanfaatkan umpan lambung manis di depan gawang.
“Apapun hasilnya hari ini coba lebih tenang karena kalau lebih tenang kemampuannya akan keluar 100 persen. Tadi sempat kebobolan tapi saya bilang, masih ada kesempatan 25 menit kedua, jadi tidak ada yang tidak mungkin. Pemilihan penendang untuk babak adu penalti tadi tentu atas dasar kemampuan mereka yang kita lihat saat latihan, tidak hanya teknik tapi juga mental. Tapi di final nanti kami berharap bertemu dengan lawan yang belum pernah dihadapi sehingga tim bisa menambah wawasan dan pengalaman bertanding,” jelas Coach Budi Sufarlan.
Budi Sufarlan memastikan kondisi fisik skuad asuhannya tetap prima menjelang partai pamungkas pada Minggu pagi. Tim kepelatihan telah memantau kebugaran pemain menggunakan parameter *sport science* yang terukur sejak sebelum berangkat ke Kudus.
Kapten tim Elbian Devika Aryasatya merasa sangat bangga bisa membuktikan kemampuannya kepada orang tua yang terus memberikan dukungan. Ia kini mengusung ambisi besar untuk mengubah torehan medali perak tingkat regional menjadi medali emas nasional.
Baca Juga: Arema FC Women Melaju ke Semifinal HYDROPLUS Soccer League All-Stars
“Tadi saya yakin dan bisa untuk mengkoordinir teman-teman di lapangan, agar menutup ruang shooting dan tidak membiarkan lawan memegang bola. Kami membawa motivasi untuk mengubah silver (posisi runner-up) di regional jadi gold (juara) di putaran nasional. Semoga kami menjadi lebih baik dari sebelumnya dan membuktikan pada orang tua bahwa dukungan yang mereka keluarkan pada anaknya tidak sia-sia,” ucap Elbian.
Nafeeza Ayasha Nori selaku kapten Mojang Priangan tetap menunjukkan sportivitas tinggi meski timnya gagal melaju ke babak puncak. Ia memuji kualitas lawan di putaran nasional ini yang menurutnya berada jauh di atas ekspektasi awal.
“Terima kasih teman-teman telah berusaha semaksimal mungkin hingga di titik ini. Aku senang ada turnamen yang berkembang dari tahun-tahun sebelumnya, jadi ada kesempatan buat teman-teman perempuan yang ingin bermain sepak bola untuk tampil. Ternyata lawan di putaran nasional ini di luar ekspektasi aku. Semuanya jago,” kata Nafeeza.
Pelatih Mojang Priangan Imam Sujagad tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras para srikandi asuhannya sepanjang turnamen berlangsung. Ia menilai anak didiknya telah menjalankan instruksi dengan maksimal meskipun takdir kemenangan belum berpihak kepada mereka.
Duel seru ini menjadi bukti nyata bangkitnya talenta pesepak bola putri muda berbakat dari wilayah Jawa Barat. Goal Aksis kini bersiap menatap sejarah baru pada partai final yang akan tersaji di Supersoccer Arena Kudus.



[…] Baca Juga: Drama Adu Penalti, Goal Aksis Melaju ke Final Usai Depak Mojang Priangan […]