Panggung kompetisi olahraga mahasiswa nasional bertajuk UniGames Grand Champions 2026 siap menyuguhkan duel bergengsi dari lima seni bela diri terpopuler. Ajang yang diselenggarakan Campus League ini menjadi panggung akbar bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk bersaing sekaligus memperkuat regenerasi atlet nasional.
Panggung akbar tersebut siap bergulir di Universitas Pelita Harapan pada 6–11 Desember mendatang. Kehadiran cabang bela diri UniGames menjadi salah satu pilar utama dalam mendongkrak perolehan medali pada babak penentuan musim ini.
Sederet cabang seperti wushu, taekwondo, jujitsu, shorinji kempo, dan kickboxing siap menampilkan ratusan petarung kampus terbaik. Sementara itu, Campus League menghadirkan kompetisi ini sebagai wadah tanding bagi atlet mahasiswa sekaligus bagian dari upaya memperluas talent pool olahraga Indonesia.
Wushu dan Taekwondo Jaga Regenerasi Atlet Nasional
Induk organisasi wushu nasional menaruh harapan besar terhadap kompetisi kampus ini setelah kesuksesan meraih prestasi di panggung internasional. Selain itu, jam terbang di level mahasiswa menjadi kunci penting agar para atlet tidak kehilangan momentum pembinaan.
“Kami sangat menghargai adanya Campus League ini yang semoga ke depan bisa merubah konsep pemikiran dari pihak-pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan. Di masa lalu itu sekolah-sekolah dan kampus-kampus ini tidak menghargai yang namanya prestasi olahraga,” tegas Iwan Kwok selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) saat ditemui di kawasan Petojo Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).
BACA JUGA:Â Berebut Trofi dan Beasiswa Rp4,1 Miliar, UniGames Grand Champions 2026 Segera Digelar
Cabang taekwondo juga memanfaatkan panggung ini sebagai sentra pembinaan penting bagi kelompok usia 18 hingga 23 tahun. Oleh karena itu, pihak pengurus merancang babak kualifikasi ketat di tiga kota besar demi menjaring semifinalis terbaik.
“Atlet senior itu untuk saat ini masih hanya terpusat di pelatnas ya, sedangkan pelatnas kuota pembiayaannya itu minim, sedangkan kita membutuhkan talent pool. Untuk itu, UniGames ini kami jadikan untuk menjadi pemantauan talent pool untuk atlet 18 sampai 23 tahun,” jelas Pino Indra selaku Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
Pesona Shorinji Kempo dan Dominasi Cabang Bela Diri UniGames
Shorinji kempo turut memanaskan persaingan dengan menyediakan 21 nomor pertandingan yang memperebutkan 28 keping medali. Di sisi lain, Indonesia memegang reputasi mentereng sebagai kekuatan kempo terkuat kedua di dunia setelah Jepang.
“Sebenarnya bahwa untuk Shorinji Kempo, kami lahir rata-rata dari mahasiswa. Karena dari data yang kami miliki, lebih dari 49 kampus memiliki cabang olahraga Shorinji Kempo dan siap untuk bergabung dalam UniGames,” ungkap Laksdya TNI (Purn.) Agus Setiadji selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PB Perkemi).

Foto by sportsnesia.com
Cabang jujitsu juga mencatatkan antusiasme luar biasa dengan keikutsertaan 59 perguruan tinggi dari seluruh penjuru nusantara. Selanjutnya, kejuaraan ini menyajikan tiga disiplin laga utama mencakup fighting system, newaza system, dan show system.
Membentuk Karakter dan Mental Juara Sejati
Seni pertarungan tidak semata-mata menuntut keunggulan fisik dan penguasaan teknik di atas matras. Namun, nilai sportivitas dan ketangguhan mental menjadi fondasi utama bagi setiap mahasiswa untuk meraih gelar juara.
Persaingan sengit antar perguruan tinggi kini siap meledak demi merebut supremasi tertinggi pada cabang bela diri UniGames. Pasalnya, gelar juara dari matras bela diri bakal menentukan posisi kampus dalam perebutan trofi Grand Champions musim ini.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
- Daftar 5 Cabor Bela Diri: Wushu (18 nomor), Taekwondo (30 medali), Shorinji Kempo (21 nomor), Jujitsu (15 nomor), Kickboxing (18 nomor).
- Basis Atlet Shorinji Kempo: Diikuti perwakilan dari 49 kampus di Indonesia.
- Format Seleksi Taekwondo: Menjaring semifinalis kualifikasi dari 3 kota (Makassar, Malang, Lampung).
- Disiplin Tanding Jujitsu: Fighting System, Newaza System, dan Show System (putra dan putri).


