Atmosfer emosional menyelimuti persiapan laga perpisahan Lionel Messi bersama Timnas Argentina jelang bentrokan kontra Benin di Buenos Aires. Pasalnya, kapten legendaris berjuluk La Pulga tersebut bakal menjalani laga perpisahan internasionalnya di hadapan puluhan ribu pendukung setia Estadio Monumental.
Federasi sepak bola setempat menjadwalkan partai bersejarah ini bergulir pada Rabu (7/10) pukul 06.00 WIB. Alhasil, sang megabintang milik Inter Miami langsung terbang menuju kampung halaman demi menuntaskan sesi latihan pemungkas bareng rekan setimnya.
Publik sepak bola dunia meyakini peraih delapan trofi Ballon d’Or tersebut bakal tampil sebagai starter sejak menit pertama laga. Namun, sorotan utama justru datang dari bek tim lawan yang memilih bersikap santai dalam menghadapi sang ikon sepak bola.
Penghormatan Terbuka Bek Benin di Laga Perpisahan Lionel Messi
Bek andalan Benin, Mohamed Tijani, menegaskan tekadnya untuk memberikan kebebasan mutlak bagi penyerang berusia 39 tahun itu di lapangan hijau. Selain itu, pemain bertahan kelahiran Pantai Gading ini menolak menerapkan pengawalan ketat demi menikmati aksi sang maestro sepak bola.
“Kami tidak perlu secara khusus menjaga Messi. Mari kita nikmati saja pertandingan ini. Tidak ada rencana khusus untuk bertahan menghadapi Messi. Kita hanya perlu menikmatinya,” ujar bek berusia 29 tahun tersebut, dikutip dari C5N.
Palang pintu bertinggi tegap ini berjanji mengerahkan performa terbaik demi menyemarakkan pesta pelepasan terindah sang legenda Argentina. Bahkan, sang bek tengah secara terang-terangan berencana meminta kostum tanding bersejarah milik La Pulga seusai laga berakhir.
“Kami akan mengerahkan segalanya untuk menjadikan ini perayaan yang luar biasa, perayaan terakhir Messi bersama Argentina. Dia yang terbaik. Saya akan senang jika dia memberikan jerseynya kepada saya. Saya akan memintanya. Saya akan berkata, ‘Messi, saya sangat mengagumimu. Bisakah Anda memberikan jersey Anda kepada saya?’,” tuturnya sambil tertawa.
Sikap Kontras dan Profesionalitas Sang Penjaga Gawang
Kiper utama Timnas Benin, Marcel Dandjinou, menyuarakan sikap berbeda dengan menolak berkompromi di bawah mistar gawang. Sementara itu, penjaga gawang berusia 28 tahun ini menegaskan komitmen profesionalnya untuk mementahkan seluruh peluang tembakan sang megabintang.
“Saya seorang penjaga gawang, dan tugas saya adalah menghentikan tembakan. Bahkan jika itu di menit terakhir dan ada tendangan penalti, jika Messi yang mengambilnya, saya akan berusaha menghentikannya. Sesederhana itu: inilah sepak bola,” ucap Dandjinou seperti dikutip dari Marca.
“Ya, kami di sini untuk merayakan Messi, tapi tak ada yang bilang kami harus memberinya gol sebagai hadiah. Dan mengingat sifat Messi, kami tidak perlu memberinya hadiah apa pun,” pungkasnya.
Babak Akhir Pengabdian Emas La Pulga
Pertandingan uji coba internasional ini menjadi penutup rangkaian jeda internasional FIFA edisi September-Oktober 2026. Oleh karena itu, seluruh pemain La Albiceleste berikrar mempersembahkan kemenangan manis sebagai kado pelepasan sang kapten panutan.
Panggung megah Estadio Monumental kini bersiap mengabadikan momen haru pada laga perpisahan Lionel Messi dari panggung internasional. Selanjutnya, warisan prestasi dan dedikasi luar biasa sang legenda akan terus menginspirasi generasi penerus sepak bola dunia.
Fakta Pertandingan / Statistik Kunci:
- Jadwal Pertandingan: Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.
- Venue Laga: Stadion Monumental, Buenos Aires, Argentina.
- Makna Duel: Laga perpisahan resmi Lionel Messi dari kancah sepak bola internasional setelah memutuskan gantung sepatu dari timnas sejak akhir Agustus 2026.
- Komparasi Sikap Tim Lawan: Bek Benin Mohamed Tijani memilih tidak mengawal ketat demi menghormati Messi, sedangkan kiper Marcel Dandjinou bertekad tampil profesional mengamankan gawangnya tanpa kompromi.



[…] BACA JUGA:Â Laga Perpisahan Lionel Messi: Bek Benin Pilih Nikmati Aksi Sang Legenda […]