Gelaran MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena Kudus berlangsung sukses. Kejuaraan bergengsi ini menjadi wadah krusial untuk melahirkan regenerasi pemanah handal Indonesia.
Ratusan atlet muda bertalenta dari berbagai provinsi saling bersaing ketat membidik trofi kemenangan. PB Perpani mengapresiasi kualitas penyelenggaraan kejuaraan yang mengadopsi standar kompetisi dunia.
“Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif. Ini sinyal yang positif untuk perkembangan olahraga panahan dalam artian pemanah dari berbagai daerah bisa saling bersaing dengan ketat,” kata Abdul Razak selaku Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, seperti rilis yang diterima sportsnesia, Rabu (29/7).
Penyelenggaraan Berstandar Internasional di Kudus
Fasilitas arena modern di Kudus membantu para atlet membiasakan diri dengan atmosfer profesional. Pembinaan atlet usia dini menjadi kawah candradimuka penting menuju panggung Olimpiade mendatang.
“Panahan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia yang sudah menyumbangkan medali di level Olimpiade. Melihat potensi pemanah muda yang berkompetisi kali ini kami optimistis merekalah yang akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang,” lanjut Abdul Razak.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan dan Sport Tourism
Bakti Olahraga Djarum Foundation terus menunjukkan komitmen tinggi memajukan ekosistem panahan nasional. Penyelenggaraan ajang ini sekaligus memperkuat citra Kota Kudus sebagai pusat sport tourism.
Kedatangan rombongan atlet dan suporter menggerakkan roda perekonomian serta UMKM masyarakat lokal. Sinergi ini memberikan dampak berganda yang sangat positif bagi perkembangan olahraga daerah.
Baca Juga: MilkLife Athletics Challenge 2026: Potong Garis Awal Pembinaan Lewat Kelompok Usia 8 Tahun
Kejuaraan nasional di Kudus ini terbukti menjadi langkah nyata membangun masa depan olahraga Indonesia. Semua pihak berharap ajang serupa terus hadir secara konsisten pada tahun-tahun mendatang.
“Kehadiran atlet, official bahkan pendukung dari berbagai daerah ke Kudus memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan sport tourism dan perekonomian lokal,” jelas Edi Supriyanto selaku Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation.


